TIMUR. Bencana banjir besar kembali melanda Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Selasa (30/12/2025). Peristiwa ini menyebabkan ratusan warga terdampak, dengan genangan air menyebar luas hingga melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah permukiman.
Salah seorang warga, Adi Rahman, menyebutkan bahwa banjir kali ini tergolong parah karena merendam empat dusun sekaligus, yakni Kampung Masjid, Handil Micok, Handil 2, dan Handil 3. Di beberapa titik, ketinggian air membuat akses utama tidak dapat dilalui sama sekali.
“Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk keluar rumah. Di Handil 3 saja sekitar 50 rumah terendam dan akses benar-benar tertutup,” ujar Adi.
Situasi semakin memprihatinkan karena warga memilih bertahan di dalam rumah. Selain keterbatasan akses akibat banjir, masyarakat juga dihantui ancaman buaya yang dilaporkan kerap muncul di sekitar permukiman yang tergenang.
Akibat terisolasi, warga terpaksa bertahan dengan stok sembako seadanya karena tidak dapat berbelanja ke luar desa. Sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi keselamatan. Untuk membantu mobilitas warga, perahu darurat disiapkan sebagai sarana transportasi sementara.
“Buaya sudah banyak berkeliaran, jadi warga semakin takut untuk keluar,” tambah Adi.
Sementara itu, Kepala Desa Santan Tengah, Nasrullah, membenarkan bahwa banjir kali ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas desa. Ia menilai banjir yang terjadi merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
“Hampir 90 persen wilayah Desa Santan Tengah terendam. Ini banjir paling besar yang pernah kami alami,” ungkapnya.
Nasrullah berharap adanya penanganan serius dari pemerintah terkait, terutama untuk solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
“Warga sudah puluhan tahun tinggal di sini dan hampir selalu terdampak banjir. Kami berharap ada penanganan yang nyata,” pungkasnya.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
