Disdamkartan Bontang Asah Kesiapan Personel Baru dengan Terjun Langsung di Lapangan

Tim Rescue Disdamkartan Bontang melakukan pemangkasan tiga pohon yang dinilai berisiko di kawasan Baltim, Kelurahan Bontang Lestari. (Diadamkartam Kota Bontang)

TIMUR. Penanganan tiga pohon berisiko di kawasan Baltim RT 02, Kelurahan Bontang Lestari, menjadi bagian dari pengalaman lapangan personel baru Disdamkartan Kota Bontang, Selasa (6/10/2026).

Dalam penanganan tersebut, Tim Rescue Regu 3 Mako di bawah komando Danki Norman, tidak hanya memastikan pohon yang berisiko dapat diamankan, tapi juga memberi kesempatan kepada personel baru untuk memahami langsung alur kerja dan pembagian tugas dalam operasi lapangan.

Read More

Tiga pohon yang ditangani terdiri dari dua pohon yang berada dalam posisi condong dan satu pohon kapuk yang telah mengering. Penanganan dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang mengkhawatirkan kondisi pohon tersebut.

Sebelum pemangkasan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap posisi pohon dan memperhitungkan arah jatuh. Proses kemudian dilakukan menggunakan mesin senso, tangga, dan tali secara bertahap.

Kepala Disdamkartan Kota Bontang Amiluddin, melalui Danki Norman mengatakan, kondisi di lapangan menjadi kesempatan bagi personel baru untuk membangun kemampuan sekaligus memahami pola kerja tim.

“Personel baru harus mampu beradaptasi dengan cepat. Ini menjadi bagian dari pengalaman agar mereka memahami alur penanganan dan mampu bekerja sebagai tim,” ujarnya.

Menurut Norman, penanganan pohon membutuhkan koordinasi antar personel karena setiap tahapan memiliki risiko tersendiri. Mulai dari pemeriksaan kondisi pohon, menentukan posisi aman, hingga proses pemangkasan harus dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas.

“Setiap personel harus memahami perannya dan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tindakan,” pungkasnya.

Penanganan tiga pohon tersebut selesai sekitar pukul 10.30 Wita. Seluruh proses berlangsung tanpa kerugian berarti.

Norman menilai pengalaman langsung di lapangan penting bagi personel baru untuk membangun kesiapan menghadapi berbagai kondisi operasi. Selain kemampuan teknis, personel dituntut mampu berkomunikasi, memahami instruksi, serta bekerja secara terkoordinasi selama proses penanganan.

“Dengan terjun langsung, kemampuan personel akan semakin terasah sehingga dapat memberikan respons yang aman dan efektif saat menghadapi berbagai laporan masyarakat,” tutup Norman.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts