TIMUR. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang gencarkan edukasi penanganan kebakaran di seluruh kelurahan. Seluruh kelurahan ditarget mendapatkan Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga hingga akhir 2026.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan secara bertahap, sehingga edukasi tidak terpusat pada satu lokasi saja.
“Target kami sampai akhir tahun seluruh kelurahan bisa mendapatkan pelatihan,” ujar Amiluddin, saat menggelar pelatihan di Kecamatan Bontang Barat, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pemerataan edukasi menjadi penting karena potensi kejadian kebakaran dapat berada di lingkungan permukiman mana pun. Untuk itu, masyarakat di tiap wilayah perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai tindakan yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
Dijelaskan Amiluddin, Bontang memiliki 15 kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan. Dengan cakupan tersebut, Disdamkartan berupaya membawa materi kesiapsiagaan kebakaran lebih dekat ke masyarakat, khususnya keluarga sebagai bagian terkecil dari lingkungan.
Pelatihan di Bontang Barat menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Disdamkartan. Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kebakaran rumah tangga dengan materi praktik secara langsung.
“Peserta dikenalkan sejumlah langkah awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kebakaran, termasuk praktik penggunaan handuk basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” kata Amiluddin.
Disdamkartan berharap materi tersebut dapat diterapkan dan diteruskan peserta kepada anggota keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing. Semakin luas masyarakat yang memiliki pengetahuan dasar, semakin besar pula kapasitas lingkungan dalam menghadapi kondisi darurat sebelum petugas tiba di lokasi.
“Ini bagian dari upaya kita agar pengetahuan tentang kebakaran bisa sampai ke masyarakat paling bawah,” tambah Amiluddin.
Melalui program tersebut, Disdamkartan juga mendorong terbentuknya kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran. Masyarakat tidak hanya diharap mengetahui tindakan saat api muncul, tapi juga semakin peduli terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Program ini sekaligus bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi keadaan darurat, dengan pengetahuan dasar yang dapat diterapkan sejak dari rumah,” pungkas Amiluddin.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
