Hasanuddin Mas’ud Pimpin Forum DAS Kaltim 2025–2030, Perkuat Sinergi Kelola Daerah Aliran Sungai

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat melantik Pengurus Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Forum DAS) Kaltim periode 2025–2030 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (2/7/2026).

TIMUR. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat upaya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) melalui pembentukan kepengurusan baru Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Forum DAS) Kalimantan Timur periode 2025–2030. Dalam kepengurusan tersebut, Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud dipercaya memimpin Forum DAS sebagai ketua untuk lima tahun ke depan.

Pembentukan kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan DAS di Kalimantan Timur, mulai dari aktivitas pertambangan, alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, hingga dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berpotensi memberi tekanan terhadap kondisi lingkungan.

Read More

Pelantikan pengurus Forum DAS dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (2/7/2026). Kepengurusan periode 2025–2030 melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, praktisi kehutanan, hingga pemerhati lingkungan.

Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan Forum DAS diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan, rekomendasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan pengelolaan daerah aliran sungai di Kalimantan Timur.

Menurutnya, tantangan pengelolaan DAS kini semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan agar setiap kebijakan yang diambil mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Yang kami harapkan adalah solusi nyata bagi pengelolaan daerah aliran sungai di Kaltim,” katanya.

Rudy menegaskan, keberhasilan Forum DAS tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak nyata yang mampu dirasakan terhadap perbaikan kualitas lingkungan.

Ia berharap selama lima tahun mendatang berbagai persoalan lingkungan, seperti banjir, lahan kritis, hingga penurunan kualitas sungai, dapat ditangani melalui rekomendasi kebijakan dan program yang dihasilkan Forum DAS.

Sementara itu, Ketua Forum DAS Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menegaskan bahwa daerah aliran sungai memiliki fungsi yang sangat vital sebagai sistem penyangga kehidupan. DAS tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga menopang sektor pertanian, perikanan, energi, transportasi sungai, hingga menjaga keanekaragaman hayati.

Namun demikian, ia mengakui kondisi DAS di Kalimantan Timur saat ini menghadapi tantangan yang semakin berat akibat perubahan tata guna lahan, aktivitas pertambangan, perkebunan, pembangunan infrastruktur, serta dampak perubahan iklim yang terus meningkat.

“Kita percaya daerah aliran sungai memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai sistem penyangga kehidupan. Namun tantangan pengelolaan DAS di Kaltim semakin kompleks akibat perubahan tata guna lahan, pembangunan infrastruktur, pertambangan, perkebunan hingga dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Menurut Hasanuddin, kompleksitas persoalan tersebut tidak mungkin diselesaikan oleh satu institusi saja. Karena itu, Forum DAS menjadi wadah koordinasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, praktisi, dan masyarakat untuk bersama-sama merumuskan rekomendasi kebijakan sekaligus mengawal implementasi pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, Forum DAS diharapkan mampu menghadirkan berbagai solusi yang tidak hanya menjawab tantangan pembangunan saat ini, tetapi juga memastikan fungsi ekologis daerah aliran sungai tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Ketua Forum DAS Nasional, Ida Bagus Putra Pratama, turut memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan Forum DAS Kalimantan Timur periode 2025–2030. Menurutnya, pelantikan pengurus yang dilakukan langsung oleh gubernur merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi bukti kuatnya komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung tata kelola daerah aliran sungai yang berkelanjutan.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai di Kalimantan Timur.

“Tentu ini menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai di Kalimantan Timur,” tutupnya.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts