Lembaga Perlindungan Konsumen Minta Polisi Usut Tuntas Soal Motor Mogok Usai Isi BBM

Tim Gakkum Polres Bontang saat memeriksa kandungan BBM di salah satu SPBU Bontang. (Ist)

TIMUR. Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Bontang Arham, meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas keluhan warga yang motornya mogok usai mengisi bahan bakar.

Arham menilai, fenomena yang terjadi selama dua pekan terakhir harus disikapi secara serius. Walaupun aparat telah turun memeriksa ke lapangan, tetapi kasus motor mogok masih terjadi.

Read More

Imbas dari kasus ini banyak warga dirugikan, selain kendaraan mereka rusak ongkos perbaikan juga tak sedikit.

“Bagaimanapun ini tidak bisa didiamkan. Polisi juga sedang bekerja. Pengawasan harus diperketat,” ucap Arham, Jumat (4/4/2025).

Diketahui, selama dua pekan terakhir puluhan warga Bontang menghadapi kasus motor berebet. Bahkan akibatnya bengkel menjadi ramah dan bahkan kualahan menangani keluhan para konsumen.

Arhan menilai ada beberapa faktor kandungan BBM bisa tercampur air. Bisa jadi galian tampungan di bawah tanah tercampur air katena musim hujan.

Kemudian juga bisa dinilai ada unsur kesengajaan. Untuk itu dirinya meminta masyarakat bisa bersabar dan menunggu hasil dari penelusuran Polres Bontang.

“Kalau memang ada unsur kesengajaan itu sangat membahayakan. Ini konsumen yang dirugikan. Tapi kalau itu saya kira kecil kemungkinannya,” sambungnya.

Beberapa waktu lalu Polres Bontang menyidak 4 SPBU. Hasilnya tidak ditemukan tercampurnya BBM Pertamax atau pertalite dengan air.

Alat yang digunakan juga diketahui bekerja dengan baik.(*)

 

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts