TIMUR. BPBD Bontang lakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kota Bontang. Laporan orang hilang tersebut diterima BPBD pada Kamis (8/1/2026) pagi, setelah insiden badai yang terjadi di laut pada malam sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ismail, menjelaskan bahwa korban yang dilaporkan hilang berjumlah satu orang. Informasi awal diterima dari pemilik kapal, yang melaporkan bahwa salah satu pekerjanya terlepas dari tali bagang saat cuaca buruk melanda perairan pada Rabu (7/1/2026) malam.
Menurut Ismail, kapal tersebut diketahui bertolak dari Tanjung Limau menuju bagang. Saat kejadian, Anak Buah Kapal (ABK) berada di perahu kecil untuk melansir ikan di area bagang yang berada di perairan dekat Pulau Beras Basah.
Cuaca ekstrem berupa badai menyebabkan tali pengikat antara kapal dan bagang terputus. Akibatnya, kapal hanyut terbawa arus laut. Kondisi diperparah dengan kerusakan mesin kapal, sehingga upaya pengendalian tidak dapat dilakukan secara optimal.
Dalam situasi tersebut, nakhoda kapal segera menghubungi pemilik kapal dan melaporkan bahwa salah satu pekerja diduga terbawa ombak dan terpisah di tengah laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Bontang langsung melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian.
“Seharian sudah kami sisir area laut, namun sementara ini yang berhasil ditemukan hanya jeriken bahan bakar. Pencarian akan kami lanjutkan kembali besok,” ujar Ismail.
Lebih lanjut, BPBD Bontang mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Kondisi cuaca saat ini dinilai tidak stabil dan dapat berubah secara tiba-tiba.
“Kami mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan, termasuk membawa dan menggunakan pelampung saat melaut,” pungkasnya. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
