TIMUR. Pemerintah Kota Bontang pastikan merealisasikan program pemerataan fasilitas olahraga pada 2026 dengan melanjutkan pembangunan lapangan olahraga di tingkat kelurahan.
Program unggulan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris ini kali ini direncanakan di kawasan pesisir Pantai Harapan, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.
Tidak hanya lapangan mini soccer, Pemkot Bontang juga merencanakan pembangunan tiga fasilitas olahraga lainnya di kawasan tersebut, yakni lapangan sepak takraw, basket, dan voli. Keseluruhan proyek pembangunan empat lapangan olahraga ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar.
Pada tahun anggaran 2026, pelaksanaan proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf) Kota Bontang.
Kepala Disporapar-Ekraf Bontang, Eko Mashudi, melalui Kepala Bidang Olahraga Andi Parenrengi, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu terbitnya Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA).
Setelah dokumen tersebut diterbitkan, tahapan selanjutnya adalah proses lelang yang akan dilaksanakan melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).
“Usulan anggarannya sekitar Rp15 miliar sudah termasuk pengawasan. Tapi nanti di DPA kita lihat apakah ada perubahan atau tidak,” ujar Andi Parenrengi.
Ia menjelaskan, anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan empat lapangan olahraga, tetapi juga untuk penataan dan penyediaan sarana pendukung kawasan pesisir agar lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat.
Beberapa fasilitas penunjang yang direncanakan dibangun meliputi bangku taman serta lampu penerangan di sepanjang tepi laut. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperindah kawasan Pantai Harapan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Kota Bontang.
“Nanti akan kami buat semenarik mungkin. Tunggu saja hasilnya setelah selesai,” tambahnya.
Sebagai pembanding, pada 2025 lalu Pemerintah Kota Bontang telah lebih dulu membangun lapangan mini soccer di kawasan HOP 1, Kelurahan Satimpo, dengan nilai anggaran mencapai Rp10,9 miliar. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
