TIMUR. Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran Rp20 Miliar untuk program pendidikan tingkat Perguruan Tinggi gratis di 2025 ini.
Beasiswa itu ditunaikan untuk menjalankan janji politik Wali Kota Neni Moerniaeni dan wakilnya Agus Haris di bidang pendidikan.
Anggaran jumbo itu didapatkan berkat kebijakan efesiensi yang diberlakukan oleh pemerintah, mulai dari pemangkasan biaya perjalanan dinas hingga kegiatan bimtek. Hasil efesiensi itu dialihkan untuk program pendidikan.
“Anggarannya didapat dari kebijakan efesiensi. Jadi alhamdulillah janji politik kami untuk pendidikan sarjana bisa direalisasikan tahun ini,” ucap Neni Moerniaeni.
Neni mengatakan dalam pelaksanaan progam kuliah gratis ini, Pemkot akan bekerjasama dengan 4 perguruan tinggi lokal. Diantaranya Universitas Trunajaya, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syamsul Ma’arif Bontang, dan 2 Universitas Terbuka.
Sementara 3 perguruan tinggi lainnya tidak akan dapat. Seperti Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang, LNG Akademi, dan perguruan tinggi PKT.
Namun mahasiswa (Stitek) Bontang akan menerima program kuliah gratis dari Pemprov Kaltim, sementara LNG Akademi dan perguruan tinggi PKT masing-masing dibiayai oleh perusahaan.
Program ini menyasar perguruan tiggi lokal agar tidak tumpang tindih dengan program Gratis Poll yang dijalankan Pemprov.
Jika berjalan sesuai jadwal, program kuliah gratis untuk warga Bontang itu dimulai dengan penandatanganan kerja sama pada September 2025 mendatang.
Katanya saat ini tim tengah menyusun regulasi dan persyaratan penerima. Namun Neni memastikan syarat untuk menerima program pendidikan gratis ini tidaklah rumit. Salah satu syarat terpenting adalah calon penerima wajib memiliki KTP Bontang.
“Kuota awal 2 ribu mahasiswa. Itu akan dievaluasi juga jumlahnya setelah finalisasi,” katanya. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>