TIMUR. Upaya pemulihan pascalongsor di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, mulai dilakukan. Material lumpur dan pasir yang sempat menggenangi permukiman warga RT 01 kini dibersihkan melalui kerja bersama antara warga dan unsur TNI.
Pada Senin (19/1/2026) pagi, puluhan personel dari Batalyon Arhanud dan Kodim 0908/Bontang dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu membersihkan endapan pasir dan lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga akibat banjir pasir.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, turut meninjau langsung proses pembersihan. Ia mendorong agar penanganan darurat segera dilakukan, mengingat kondisi lapangan yang membutuhkan respons cepat di tengah keterbatasan anggaran serta mekanisme administrasi Pemerintah Kota Bontang.
“Sejak kejadian kemarin, saya langsung meminta alat berat diturunkan. Untuk penanganan awal ini bahkan saya gunakan dana pribadi. Yang penting sekarang dampaknya segera tertangani,” ujar Joni.
Sebagai langkah antisipasi sementara, Joni juga menyalurkan bantuan berupa 40 karung jumbo berkapasitas sekitar satu ton yang diisi pasir. Karung tersebut difungsikan sebagai tanggul darurat untuk menahan potensi longsor susulan yang dapat mengancam sedikitnya 15 rumah warga di bawah tebing, khususnya saat hujan deras.
“Tidak perlu menunggu lama. Kami langsung berkoordinasi dengan Batalyon dan Kodim agar penanganan bisa segera berjalan,” tambahnya.
Komandan Batalyon Arhanud, Letkol Arh Bayu Adiwisuda, menjelaskan pihaknya menurunkan satu pleton personel untuk membantu proses pembersihan material lumpur di kawasan permukiman.
“Kami langsung terjunkan personel. Untuk alat berat disupport oleh Pemkot, sementara kami membantu dari sisi tenaga dan material,” kata Letkol Bayu.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, penanganan lanjutan berupa penguatan tanggul di bagian atas tebing juga akan segera dilakukan guna mengantisipasi potensi longsor susulan yang masih mengancam keselamatan warga.
Diketahui, longsor terjadi di RT 01 Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, pada Kamis (15/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat bangunan warga terdampak material longsoran.
Lurah Kanaan, Salmon, menyebutkan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tebing bekas tambang galian C yang struktur tanahnya sudah tidak stabil. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir memperburuk kondisi tanah hingga memicu pergerakan dan longsor.
“Struktur tanah di tebing memang sudah tidak keras. Saat hujan deras, tanah menjadi labil dan akhirnya longsor,” jelas Salmon. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
