TIMUR. Satuan Lalu Lintas Polres Bontang mengamankan sedikitnya 70 kendaraan roda dua yang terlibat aktivitas balap liar selama Ramadan 2026. Penindakan dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Lantas Purwo Asmadi mengatakan, seluruh sepeda motor yang diamankan baru akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah perayaan Idulfitri.
Menurutnya, penertiban dilakukan setelah pihak kepolisian menerima sejumlah laporan dari masyarakat melalui layanan hotline 110 terkait aktivitas balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Selain mengamankan kendaraan, petugas juga memberikan sanksi tilang kepada para pelanggar. Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar pengendara diketahui tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Motor kami amankan dan para pelanggar tetap dikenakan sanksi tilang. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki SIM,” ujar AKP Purwo.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga memanggil orang tua maupun wali dari para pelanggar untuk diberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
AKP Purwo menegaskan, kendaraan tersebut tidak dapat langsung dikembalikan karena dikhawatirkan para pemiliknya akan kembali melakukan aksi balap liar.
“Kami tidak bisa langsung membebaskan kendaraan itu karena khawatir mereka mengulangi kesalahan yang sama. Upaya balap liar tersebut kami gagalkan,” jelasnya.
Polisi juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, khususnya agar tidak membiarkan mereka berkendara pada dini hari tanpa pengawasan. Hal ini dinilai berpotensi memicu keterlibatan dalam aksi balap liar.
Selain menindak pelaku balap liar, Satlantas Polres Bontang juga rutin melakukan penertiban terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas kasat mata di sejumlah titik di Kota Bontang.
Beberapa lokasi yang kerap menjadi sasaran penindakan antara lain di kawasan Jalan Ahmad Yani serta wilayah Berbas.
Menurut AKP Purwo, lokasi balap liar di Bontang sering berpindah-pindah sehingga petugas terus meningkatkan patroli untuk mencegah aktivitas tersebut.
“Lokasinya memang sering berpindah, tapi kami terus melakukan patroli secara rutin,” pungkasnya.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
