TIMUR. Program bantuan modal usaha tanpa bunga yang digulirkan Pemkot Bontang masih menunjukkan tingkat serapan yang relatif rendah. Hingga saat ini, baru 117 pelaku usaha yang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil memperoleh akses pembiayaan, dengan total nilai kredit yang telah tersalurkan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Padahal, Pemkot Bontang sebelumnya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk mendukung program pembiayaan tersebut. Rendahnya serapan dinilai dipengaruhi sejumlah persyaratan yang masih menjadi kendala bagi calon debitur, di antaranya hasil BI Checking atau riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, serta ketentuan minimal usaha telah berjalan selama enam bulan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengakui bahwa masih banyak calon penerima bantuan yang gugur pada tahap verifikasi, khususnya akibat catatan kredit bermasalah dalam BI Checking OJK. Meski demikian, ia menilai persyaratan minimal usaha selama enam bulan seharusnya dapat ditinjau ulang agar tidak terlalu memberatkan pelaku usaha yang baru memulai.
Menurut Neni, pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) seharusnya sudah dapat dipertimbangkan untuk mengakses program bantuan modal, tanpa harus dibatasi ketentuan masa usaha minimal enam bulan.
“Saya pantau terus. Tapi memang banyak yang gugur di BI Checking OJK. Perbankan juga tidak mau uang itu disalahgunakan,” ujar Neni Moerniaeni.
Ia menegaskan, program pembiayaan bunga 0 persen ini merupakan salah satu instrumen untuk merealisasikan janji politik bersama Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam mendorong lahirnya 500 pelaku UMKM baru di daerah tersebut. Karena itu, berbagai hambatan teknis di lapangan diharapkan dapat dievaluasi agar tujuan program bisa tercapai secara optimal.
Di sisi lain, Neni memahami bahwa sistem pengamanan dalam penyaluran kredit memang disusun berlapis oleh pihak perbankan guna mencegah terjadinya kredit macet. Meski demikian, Pemkot Bontang memastikan program tersebut akan terus dimaksimalkan agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat merasakan manfaatnya.
“Pelaku usaha juga harus bisa meyakinkan bank bahwa uang itu benar-benar untuk modal usaha,” tuturnya.
Syarat Debitur Telah Ditetapkan
Program bantuan modal usaha dengan bunga 0 persen di Kota Bontang kini resmi mulai berjalan. Berdasarkan informasi yang diterima, Bank Kaltimtara telah menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon debitur yang ingin mengajukan pinjaman modal melalui skema tersebut.
Mengacu pada informasi yang tercantum dalam laman resmi Bank Kaltimtara, maksimal pinjaman yang dapat diajukan setiap debitur dalam program Kredit Bontang Kreatif adalah sebesar Rp25 juta.
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro produktif dan layak, yang telah berjalan dan bergerak di sejumlah sektor usaha. Adapun sektor yang menjadi sasaran meliputi pertanian, perikanan, peternakan, industri kecil, perdagangan, jasa, serta ekonomi kreatif.
Selain itu, calon penerima juga harus sudah terdata pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis yang membidangi sektor usaha produktif di Kota Bontang. Persyaratan lain yang tak kalah penting ialah calon debitur tidak memiliki histori kredit bermasalah yang tercatat dalam SLIK OJK.
Sementara untuk syarat administrasi, calon debitur wajib memiliki KTP Kota Bontang, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), berdomisili di Kota Bontang yang dibuktikan dengan kartu identitas, memiliki rekening Bankaltimtara, serta memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal selama enam bulan.
Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, Pemkot Bontang berharap program bantuan modal bunga 0 persen ini dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di daerah. Namun, agar target penyaluran bisa tercapai lebih maksimal, evaluasi terhadap sejumlah persyaratan dinilai menjadi hal penting, terutama untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha baru.
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
