TIMUR. Pemerintah Kota Bontang bersiap mengambil langkah administratif untuk mengupayakan pemanfaatan kembali lahan di kawasan HOP 7, yang kini berstatus sebagai aset negara menyusul berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) dan tidak diperpanjang. Kawasan tersebut dinilai strategis untuk mendukung penataan ruang kota dan penguatan ruang publik.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menyampaikan bahwa Pemkot akan mengajukan permohonan resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) guna memperoleh kewenangan pengelolaan lahan melalui skema pinjam pakai.
“Nanti kami akan menyurati DJKN untuk mengajukan pengelolaan dengan mekanisme pinjam pakai,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, rencana pemanfaatan lahan HOP 7 tidak dilakukan secara menyeluruh. Pemkot hanya akan menata sebagian kecil area, sekitar 5 hektare, untuk dibangun alun-alun kota. Sementara itu, lahan seluas kurang lebih 58 hektare tetap dipertahankan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“HGB memang sudah berakhir, tapi itu tidak menjadi persoalan. Prosesnya kami ulang. Untuk pemanfaatan lahan, kami rencanakan menggunakan skema pinjam pakai,” jelasnya.
Gagasan menjadikan kawasan HOP 7 sebagai alun-alun sejatinya bukan hal baru. Rencana tersebut telah digulirkan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan pada 2025, Pemkot Bontang sempat meminta Legal Opinion (LO) kepada Kejaksaan Negeri Bontang sebagai dasar hukum pelaksanaan pembangunan.
Namun demikian, penerbitan LO tersebut urung dilakukan setelah status HGB lahan dinyatakan kedaluwarsa dan kepemilikan kembali ke negara. Kondisi itu membuat rencana pembangunan alun-alun yang semula ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 harus ditunda hingga adanya kepastian hukum terkait pengelolaan lahan.
Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang, Pemkot Bontang juga telah menggandeng Universitas Airlangga pada 2025 untuk menyusun Naskah Akademik pengembangan kawasan HOP 7, sebagai pijakan konseptual dan perencanaan tata ruang.
“Tidak masalah. Untuk sementara kami manfaatkan dulu lahan lain, sambil menunggu kepastian pengelolaan HOP 7,” pungkas Neni.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
