TIMUR. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan mendorong warga menutup akses jembatan penghubung antara RT 33 dan RT 26 di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan dinilai semakin membahayakan dan berisiko ambruk, sehingga kendaraan tidak lagi diperbolehkan melintas.
Jembatan kayu yang telah berdiri sekitar 22 tahun tersebut mengalami kerusakan parah, terutama setelah terjadi longsor beberapa waktu lalu. Dampak longsor menyebabkan struktur jembatan melemah, dan dalam beberapa bulan terakhir kondisinya terus memburuk hingga akhirnya warga berinisiatif menutup total akses penghubung tersebut.
Kerusakan jembatan sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Selama ini, warga setempat beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya agar jembatan tetap bisa dilalui. Bahkan pascalongsor pada awal tahun lalu, jembatan masih dapat dilintasi kendaraan roda dua meski harus bergantian. Namun, setahun berselang, longsor yang semakin parah membuat jembatan tidak lagi aman untuk digunakan.
Ketua RT 33 Kelurahan Api-Api, Sugito, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah berulang kali dilaporkan kepada pihak kelurahan. Namun hingga kini belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan.
“Sudah makin parah, mas. Tidak pernah benar-benar diperbaiki. Kalaupun ada, itu hasil swadaya warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurddin, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pembangunan jembatan yang direncanakan pemerintah daerah hanya mencakup satu titik, yakni di Kelurahan Guntung.
“Tahun ini hanya ada satu jembatan di Guntung. Untuk jembatan di Api-Api memang sudah kami lihat dan memang membutuhkan perbaikan,” katanya saat dikonfirmasi terpisah. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
