144 Siswa SMKN 1 Bontang Praktik Gunakan APAR Bersama Disdamkartan

Petugas Disdamkartan Bontang memberikan materi penggunaan APAR di SMK Negeri 1 Bontang (Timur)

TIMUR. Sebanyak 144 siswa SMKN 1 Bontang mendapat pengalaman langsung menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dalam kegiatan edukasi pencegahan kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Jumat (2/10/2026).

Peserta merupakan siswa kelas X jurusan Kimia Industri dan Kimia Analis. Kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tapi juga mengajak siswa mempraktikkan langsung tahapan penggunaan APAR untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

Read More

Petugas Penyuluh Kebakaran Disdamkartan Bontang, Rudy Wicaksono bersama Sunarto, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai cara menggunakan APAR, pencegahan kebakaran, penggunaan handuk basah, serta prosedur keselamatan yang perlu diperhatikan saat menghadapi kondisi darurat.

Setelah menerima materi, siswa secara bergantian diarahkan untuk mencoba menggunakan APAR dengan didampingi petugas Disdamkartan. Sejumlah guru SMKN 1 Bontang juga turut mengikuti praktik bersama petugas.

Rudy mengatakan, praktik secara langsung diberikan agar siswa tidak hanya memahami penggunaan APAR secara teori, tetapi juga mengetahui tahapan yang harus dilakukan ketika menghadapi kebakaran.

“Melalui praktik ini, kami ingin siswa mengetahui secara langsung tahapan penggunaan APAR, mulai dari persiapan sampai proses pemadaman,” kata Rudy.

Menurutnya, kemampuan melakukan penanganan awal penting dimiliki, khususnya ketika api masih dalam kondisi yang memungkinkan untuk dikendalikan menggunakan APAR.

Selain penggunaan APAR, petugas juga mengenalkan langkah penanganan awal menggunakan handuk basah. Siswa diberikan pemahaman mengenai kondisi yang memungkinkan metode tersebut digunakan serta aspek keselamatan yang harus menjadi perhatian.

Rudy menambahkan, edukasi dan praktik penggunaan peralatan pemadam merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan sejak lingkungan sekolah.

“Jadi ketika mereka menghadapi kebakaran, utamanya pada awal penanganan, mereka bisa menghadapi,” pungkasnya.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts