Subscribe Now

Trending News

TIMUR. Penanda arah mata angin ini resmi jadi nama. Persisnya majalah dan daring yang setia menyajikan informasi bagi Anda. Nama ini tentu tidak asing. Dalam konteks geografis, pembagian zona waktu, Timur sejatinya hanya merujuk pada gugusan pulau yang membentang dari Kepulauan Maluku hingga Papua.

Tapi sisi budaya, Timur menjadi representasi se-antero wilayah Kepulauan Indonesia. Bahkan melampaui batas negara Indonesia.

Dalam perpektif politik, ekonomi pembangunan, kata Timur kerap diasosiasikan dengan daerah di luar Pulau Jawa dan Bali-minus Sumatera- yang tertinggal. Terisolir dan serba kekurangan. Timur identik dengan segala keterbelakangan.

Mulai keterbelakangan pendidikan, sumber daya manusia, infrastruktur, listrik, air bersih, hingga informasi. Anehnya, saat terminologi Timur digunakan untuk lingkup global, hasilnya tetap saja ‘setali tiga uang’ dengan perbandingan barat versus timur ibu pertiwi.

Entah kebetulan atau memang by desain, tapi fakta tentang Timur yang serba tertinggal sulit ditampik.

Tapi percayalah, Timur yang kini digenggaman Anda, tidak lahir dari pesimisme. Sebaliknya, kami harapkan bisa membawa optimisme baru, serupa sinar mentari pagi di ufuk timur yang mengusung nilai kesetaraan. Setara dalam pembangunan, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, kemanusiaan dan informasi.

Kami sepenuhnya percaya, narasi tunggal nan hegemonik tidak lagi relevan dengan kondisi Nusantara yang super majemuk. Sekecil apapun, saatnya suara dari timur didengar penguasa. Bukan sebagai antitesa, minimal jadi pembanding bahwa Bangsa ini sungguh heterogen.

-Redaksi-