TIMUR. Buaya berukuran sekitar dua meter, yang diduga kuat menerkam seorang lansia hingga meninggal dunia di kawasan Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, akhirnya berhasil diamankan.
Buaya tersebut ditangkap di aliran sungai sekitar permukiman warga setelah menimbulkan keresahan berkepanjangan. Diketahui, buaya tersebut sebelumnya diduga menjadi penyebab insiden tragis yang menewaskan seorang pria lanjut usia berumur 74 tahun pada akhir Desember 2025 lalu.
Korban mengalami luka berat akibat serangan buaya dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin, membenarkan bahwa buaya tersebut telah diserahkan oleh warga kepada pihaknya. Menurut informasi yang diterima, warga terpaksa menangkap buaya secara mandiri karena khawatir akan keselamatan lingkungan sekitar.
“Buayanya sudah kami terima dari warga. Ukurannya cukup besar dan ini menguatkan dugaan bahwa buaya inilah yang menyerang korban beberapa waktu lalu,” ujar Amiluddin, Senin (5/1/2026).
Namun demikian, Amiluddin menegaskan bahwa tindakan warga menangkap buaya sendiri sangat berisiko dan tidak dianjurkan. Ia mengingatkan agar masyarakat segera melapor kepada petugas apabila menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan permukiman.
“Sebetulnya tidak dibenarkan menangkap sendiri, apalagi dengan cara yang berbahaya. Seharusnya warga menghubungi petugas agar evakuasi dilakukan oleh pihak yang berkompeten,” tegasnya.
Sebelumnya, insiden serangan buaya terjadi di kawasan Perumahan BSD, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, pada Jumat (26/12/2025) sore. Korban sempat dirujuk ke RS Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, namun dinyatakan meninggal dunia empat hari kemudian akibat luka serius yang dideritanya.
Pemerintah daerah dan aparat terkait kembali mengimbau warga yang bermukim di sekitar aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






