Forum Santan Bersatu Sesalkan DLH Bontang Tak Libatkan Nelayan Ambil Sampel Air Laut

Hasil rekaman nelayan saat meninjau lokasi perairan di sekitar wilayah Bontang Lestari beberapa waktu lalu. (Ist)

TIMUR. Forum Santan Bersatu (FSB) menyesalkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang tak melibatkan mereka saat pengambilan sampel yang diduga tercemar limbah PT Energi Unggul Persada (EUP), Selasa (25/3/2025).

Ketua FSB Adi Rahman mengatakan, para nelayan yang mereka advokasi seharusnya bisa dilibatkan. Agar mereka mengetahui persis lokasi wilayah yang terdampak.

Read More

Sebab para nelayan ini yang paling dirugikan. Karena wilayah tangkap mereka menjadi hilang akibat limbah PT Energi Unggul Persada (EUP) yang dibuang secara sembarangan.

“Kami malah baru tahu mereka mau ambil sampling. Kondisi ini biasa terjadi apabila ada konflik antara perusahaan dan warga terkait pencemaran limbah,” ucap Adi Rahman.

Tetapi, para nelayan juga menguji sampel limbah secara mandiri untuk menandingi hasil uji sampel oleh DLH Bontang.

“Tinggal diadukan saja data nanti. Kami juga menggalang solidaritas agar kedaulatan nelayan bisa didapatkan,” tambahnya.

Adi Rahman mengatakan, kejadian pencemaran lingkungan akibat limbah PT EUP bukan hanya kali ini saja. Ini kali ketiga para nelayan mendapatkan dampak.

Mereka biasanya mencari ikan hanya disekitaran perairan Segendis. Namun sepekan ke belakang ikan yang mereka cari tiba-tiba mati. Nelayan harus lebih jauh mencari ikan karena khawatir mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi limbah.

“Coba mereka telusuri dari pipa pembuangan. Terus carinya jangan libatkan PT EUP. Pasti mereka menunjukkan lokasi yang tidak terdampak pencemaran,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, DLH kembali mengambil 3 sampling air laut sekitaran PT EUP. Pengambilan itu berdasarkan laporan adanya dugaan pencemaran lingkungan.

Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo mengatakan, hasil sampling itu akan diuji ke laboratorium terakreditasi. Dsri hasil itu nanti akan terbukti jelas apakah laut tersebut benar-benar tercemar.

Untuk saat ini, DLH tak berani membenarkan kabar adanya pencemaran sebelumnya hasil uji laboratorium keluar.

“Hari ini juga ada 3 titik yang diambil. Sampling akan diuji,” kata Heru.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts