TIMUR. Pemkot Bontang menegaskan komitmennya untuk menghentikan penggunaan material timbunan yang berasal dari tambang galian C ilegal, khususnya yang selama ini beroperasi di kawasan Kanaan.
Seluruh proyek pemerintah diwajibkan menggunakan material dari sumber resmi yang telah ditetapkan, guna menghindari pelanggaran hukum dan menjaga ketertiban pembangunan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Edy Prabowo, menjelaskan bahwa pemerintah telah menunjuk lokasi pengambilan pasir dan tanah urug dari Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Lokasi tersebut dinilai memenuhi ketentuan perizinan dan siap menjadi sumber pasokan material bagi kebutuhan pembangunan di Bontang.
Menurut Edy, tambang galian C yang berstatus legal tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Februari 2026. Pengelola tambang adalah PT Brantas Sunya Mandiri dengan luas area konsesi mencapai 9,48 hektare.
“Sudah ada lokasi yang legal dan jaraknya juga relatif dekat, hanya sekitar 13 kilometer dari Bontang,” ujar Edy.
Ia menambahkan, Kota Bontang secara regulasi memang ditetapkan sebagai wilayah putih, yakni kawasan yang bebas dari seluruh aktivitas pertambangan. Status ini serupa dengan Kota Balikpapan yang juga tidak memiliki izin tambang rakyat.
Penetapan wilayah putih tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 110.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang Wilayah Pertambangan Provinsi Kalimantan Timur, yang secara tegas mengatur zonasi pertambangan di daerah.
Dengan adanya penunjukan lokasi tambang resmi di luar wilayah kota, Edy berharap seluruh penyedia jasa konstruksi yang bekerja sama dengan Pemkot Bontang dapat mematuhi ketentuan tersebut. Mengingat hampir seluruh kegiatan pembangunan di Bontang membutuhkan pasir dan tanah urug, kepastian sumber material menjadi hal yang krusial.
“Kami ingin memastikan proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Nanti para penyedia akan kita arahkan untuk mengambil material dari lokasi tersebut,” pungkasnya.
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






