TIMUR. Pemerintah Kota Bontang mulai menyalurkan bantuan sosial tunai kepada warga rentan miskin pada Januari 2026. Sebanyak 1.380 warga tercatat sebagai penerima manfaat program bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan yang akan berlangsung selama satu tahun penuh.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, mengatakan program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi kelompok masyarakat yang belum tersentuh bantuan sosial lainnya. Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,9 miliar.
“Program bantuan ini berjalan selama satu tahun dan mulai direalisasikan sejak Januari setelah melalui proses penetapan dan pleno,” ujar Neni.
Pada awal perencanaan, Pemkot Bontang menargetkan alokasi anggaran hingga Rp10 miliar dengan sasaran sekitar 10 ribu penerima manfaat. Namun, hasil verifikasi data yang dilakukan sepanjang 2025 menyebabkan jumlah penerima menyusut menjadi 3.180 orang yang dinilai memenuhi kriteria.
“Angkanya menyusut setelah verifikasi data dilakukan secara ketat,” jelasnya.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga kurang mampu yang tidak menerima bantuan dari program pemerintah lain. Sasaran utama meliputi janda, yatim piatu, penyandang disabilitas, serta warga rentan miskin yang masuk dalam kategori desil 2 hingga 4.
Neni menegaskan, bantuan disalurkan berbasis individu, bukan kepala keluarga. Dengan skema tersebut, satu rumah tangga yang terdiri dari lima orang berhak menerima bantuan hingga Rp1,5 juta per bulan.
“Datanya sudah lengkap by name by address. Tinggal realisasi. Dan perlu diingat, ini bantuan per orang, bukan per KK,” pungkasnya. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






