TIMUR. Material berwarna hitam yang menyerupai minyak atau oli terlihat menyebar di sepanjang bibir pantai hingga perairan dangkal Pulau Beras Basah, Bontang, pada Sabtu (10/10/2026).
Dugaan pencemaran laut tersebut telah dilaporkan kepada Pemerintah Kota Bontang untuk ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar-Ekraf) Bontang, Eko Mashudi, mengatakan informasi awal mengenai kejadian itu diterima dari pedagang yang beraktivitas di Pulau Beras Basah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Disporapar-Ekraf langsung melakukan pemantauan di lapangan sejak pagi hari.
Berdasarkan informasi yang diterima, air laut di sekitar kawasan wisata tersebut diduga bercampur material menyerupai minyak. Meski demikian, jenis maupun sumber material yang ditemukan belum dapat dipastikan.
Eko menyebutkan, informasi mengenai dugaan pencemaran itu telah diteruskan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Saya sudah dapat laporan dari anggota. Ini kami langsung meneruskan informasi tersebut,” ucap Eko.
Dugaan pencemaran tersebut turut terlihat dalam dokumentasi berupa foto dan video yang diterima redaksi. Material gelap tampak membentuk garis-garis memanjang di atas pasir pantai. Di sejumlah titik, material terlihat menggumpal dengan tekstur kental dan pola sebaran yang tidak beraturan.
Sebarannya terlihat di beberapa bagian pesisir, termasuk kawasan bibir pantai hingga perairan dangkal. Namun, berdasarkan dokumentasi yang tersedia, belum dapat dipastikan seberapa luas area yang terdampak maupun berapa banyak material yang telah mencemari kawasan tersebut.
Hingga kini, material yang ditemukan masih diduga menyerupai minyak atau oli. Kepastian mengenai jenis material, sumber pencemaran, serta dampaknya terhadap lingkungan laut memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh instansi terkait. (*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>
