Rencana Pembelian Mes Bontang di Jakarta Senilai Rp8,8 Miliar Masih Belum Pasti

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni.

TIMUR. Rencana Pemerintah Kota Bontang untuk membeli rumah yang akan dijadikan mes atau asrama di Jakarta dengan anggaran Rp8,8 miliar hingga kini masih belum menemui kepastian. Hal tersebut terjadi karena rumah yang sebelumnya diminati ternyata telah dikontrakkan oleh pemiliknya kepada pihak lain.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa rumah yang sempat direncanakan untuk dibeli tersebut berada di kawasan Cempaka Putih. Properti itu sudah menjadi incaran sejak 2025 sebagai solusi jangka panjang untuk penyediaan mes bagi warga Bontang yang memiliki keperluan di ibu kota.

Read More

Namun berdasarkan informasi terbaru yang diterima pemerintah daerah, pemilik rumah telah menyewakan bangunan tersebut kepada pihak lain sehingga rencana pembelian sementara belum dapat direalisasikan.

“Informasi terakhir yang kami terima, rumah itu sudah dikontrakkan oleh pemiliknya kepada orang lain. Jadi kemungkinan besar kami masih akan mencari lokasi lain, atau bisa juga rencana itu dibatalkan,” ujar Neni saat ditemui awak media, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, rumah yang sempat direncanakan untuk dibeli tersebut sebenarnya memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan bangunan mes yang saat ini disewa oleh pemerintah daerah. Berdasarkan laporan yang diterima, rumah itu hanya memiliki delapan kamar.

Meski demikian, keberadaan mes Bontang di Jakarta dinilai tetap penting karena fasilitas tersebut selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Bontang yang memiliki keperluan di ibu kota, terutama bagi warga yang sedang menjalani pengobatan atau urusan lain namun tidak memiliki tempat menginap.

Menurut Neni, fasilitas tersebut bukan diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan perjalanan dinas. Pasalnya, para pejabat atau pegawai yang bertugas ke luar daerah sudah memperoleh anggaran perjalanan dinas termasuk biaya penginapan.

“Mes itu diperuntukkan bagi masyarakat Bontang, misalnya yang sedang berobat atau memiliki keperluan di Jakarta tetapi tidak mampu menyewa penginapan,” jelasnya.

Neni juga mengungkapkan bahwa pada 2020 lalu sempat muncul rencana untuk menutup mes Bontang secara permanen. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah melihat besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

Selama ini, Pemerintah Kota Bontang diketahui menyewa bangunan yang dijadikan mes di Jakarta selama kurang lebih dua dekade. Biaya sewa yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp500 juta setiap tahunnya.

Jika dihitung dalam jangka panjang, total biaya sewa yang telah dikeluarkan pemerintah daerah selama sekitar 20 tahun mencapai sekitar Rp10 miliar.

“Kalau terus menyewa tentu sangat besar biayanya. Bayangkan saja, selama 20 tahun nilai sewanya sudah mencapai sekitar Rp10 miliar. Kalau membeli, cukup sekali mengeluarkan anggaran,” pungkasnya.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts