TIMUR. Tumpukan sampah yang mencemari gerbang masuk kawasan wisata Bontang Kuala akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang. Pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah penanganan untuk mengatasi persoalan sampah yang mengganggu kebersihan dan estetika kawasan pesisir tersebut.
Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan ada empat langkah konkret yang akan segera dijalankan untuk menanggulangi persoalan sampah di kawasan wisata Bontang Kuala.
Langkah pertama adalah melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan setempat agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu. Setelah itu, pemerintah akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat maupun pengunjung agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke laut maupun sungai.
Selain itu, DLH juga akan mengagendakan kegiatan kerja bakti bersama untuk membersihkan sampah yang menumpuk di kawasan tersebut. Upaya ini dinilai penting agar kondisi kawasan wisata bisa segera kembali bersih dan nyaman dipandang.
Langkah strategis lainnya yang juga tengah disiapkan adalah pemasangan jaring perangkap sampah di titik-titik tertentu. Menurut Heru, metode ini dinilai cukup efektif untuk menahan sampah yang terbawa arus, sehingga tidak terus menumpuk di area pesisir dan pintu masuk kawasan wisata.
“Kami akan bergerak cepat. Apalagi ini kawasan wisata, jadi penanganannya akan dilakukan secara kolaboratif,” ujar Heru, Jumat (3/4/2026).
Meski demikian, Heru menegaskan pihaknya tidak akan menempatkan petugas kebersihan secara khusus di lokasi tersebut. Hal ini karena sampah yang menumpuk umumnya berasal dari arus air pasang yang membawa limbah dari area lain ke kawasan pesisir Bontang Kuala.
Menurutnya, langkah pembersihan tetap akan segera dilakukan, disertai penguatan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan pesisir semakin meningkat.
“Segera akan dibersihkan. Edukasi kepada masyarakat juga akan kami perkuat,” tambahnya.
Sebelumnya, kondisi penanganan sampah di kawasan pesisir Bontang dinilai masih belum maksimal. Pada Rabu (1/4/2026) sore, awak media menemukan banyak sampah plastik berserakan di pesisir Bontang Kuala. Sampah yang mengapung terlihat tidak diangkut, dan ketika air surut justru menumpuk di sepanjang area pesisir.
Kondisi tersebut dikeluhkan pengunjung karena dinilai merusak pemandangan menuju kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon Kota Bontang. Seorang pengunjung bernama Anita menilai tumpukan sampah plastik itu sangat mengganggu kenyamanan.
“Seharusnya bisa dibersihkan. Kalau bersih, tentu lebih enak dipandang,” ujarnya.
Selain sampah yang berserakan, di sepanjang trotoar kawasan Bontang Kuala juga tampak aktivitas pedagang. Namun, pengawasan terhadap kebersihan dinilai belum maksimal. Bahkan, fasilitas tempat sampah juga disebut belum tersedia di sepanjang jalur tersebut.
Pemerintah Kota Bontang diharapkan dapat segera merealisasikan langkah penanganan yang telah disiapkan, sehingga kawasan wisata Bontang Kuala kembali bersih, nyaman, dan layak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






