Sepanjang 2025, Lebih dari 10 Ribu Warga Bontang Cari Kerja, Serapan Baru 38 Persen

Ilustrasi pencari kerja di Kota Bontang

TIMUR. Dinamika ketenagakerjaan di Kota Bontang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tantangan tersendiri. Dari lebih dari sepuluh ribu warga yang tercatat sebagai pencari kerja, belum separuhnya yang berhasil terserap ke dunia kerja, sehingga penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah daerah ke depan.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang mencatat sebanyak 10.708 orang mencari kerja selama 2025. Namun, tingkat serapan tenaga kerja baru mencapai 38 persen atau sekitar 4.107 orang.

Read More

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan data pencari kerja tersebut merujuk pada jumlah warga yang mengurus kartu kuning atau kartu pencari kerja (AK-1).

Meski demikian, Lukman menegaskan bahwa pencari kerja yang belum terserap tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai penganggur. Pasalnya, pengurusan kartu AK-1 tidak mensyaratkan seseorang harus dalam kondisi tidak bekerja.

“Kalau serapannya memang kecil. Tapi bukan berarti enam ribu sisanya menganggur semua. Kartu kuning ini bukan pendataan khusus warga yang menganggur. Semua orang bisa mengurus, termasuk yang masih bekerja dan ingin mencari peluang baru,” ujar Lukman kepada awak media, Kamis (15/1/2025).

Ia menyebutkan, kondisi serapan tenaga kerja pada 2025 relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah pemegang kartu kuning tercatat sebanyak 8.497 orang, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 3.072 orang atau sekitar 36 persen.

Untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, Disnaker Bontang akan mengarahkan kebijakan pada penguatan kemandirian keterampilan masyarakat. Memasuki awal 2026, sejumlah program pelatihan kerja telah disiapkan dan akan segera dibuka.

Pelatihan tersebut diprioritaskan bagi warga miskin agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

“Setelah mengikuti pelatihan, mereka akan berstatus sebagai pencari kerja. Seluruh pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas dan dilaksanakan secara gratis,” jelasnya.

Selain program pelatihan, Pemerintah Kota Bontang juga merencanakan pelaksanaan tiga kali job fair sebagai upaya memperluas akses pencari kerja terhadap lowongan pekerjaan.

“Untuk jadwalnya masih kami susun. Jika sudah ditetapkan, akan segera kami informasikan,” pungkas Lukman.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts