TIMUR. Pemerintah Kota Bontang menyoroti kondisi bangunan toilet di kawasan pelataran Bontang Kuala yang terlihat miring. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta pihak pelaksana proyek segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas tersebut.
Menurut Neni, kemiringan bangunan kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi dasar laut di kawasan pesisir yang cenderung labil. Karena itu, ia meminta agar langkah pemeliharaan segera dilakukan agar fasilitas yang baru dibangun tersebut tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat maupun wisatawan.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kota Bontang untuk segera berkoordinasi dengan pihak penyedia jasa maupun pelaksana proyek guna memastikan perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
“Kemungkinan karena kondisi laut yang labil. Kami minta segera diperbaiki. Kan masih ada masa pemeliharaan, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti,” ujar Neni.
Diketahui, kawasan pelataran wisata di Bontang Kuala baru saja diresmikan pada akhir 2025 lalu. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Bontang bekerja sama dengan Kodim 0908/Bontang melalui skema swakelola.
Pembangunan pelataran tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama yang dikerjakan pada 2024, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,4 miliar untuk pembangunan area utama pelataran.
Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp5 miliar. Pada tahap ini, pembangunan difokuskan pada berbagai fasilitas penunjang kawasan wisata, seperti kios, panggung kegiatan, mushalla, toilet, serta dermaga.
Namun demikian, munculnya kondisi bangunan toilet yang tampak miring menjadi perhatian publik karena fasilitas tersebut tergolong baru selesai dibangun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada Kodim 0908/Bontang selaku mitra pelaksana proyek. Namun belum ada tanggapan resmi yang diberikan.
Sebelumnya, pada Selasa (3/3/2026), awak media mendapati bangunan toilet yang berada di samping mushalla pelataran Bontang Kuala terlihat tidak simetris. Bagian depan dan belakang bangunan tampak berbeda posisi, sehingga menimbulkan kesan miring.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Ia memastikan temuan itu akan segera disampaikan kepada pihak pelaksana proyek untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan.
“Nanti akan kami sampaikan ke mitra kerja kami, yaitu Kodim 0908 Bontang, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” kata Eko.
Pemerintah berharap proses pemeliharaan dapat segera dilakukan agar fasilitas di kawasan wisata Bontang Kuala tetap terjaga kualitasnya, sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata pesisir yang menjadi salah satu ikon Kota Bontang.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






