36 Personel Disdamkartan Bontang Putus Jalur Api di Kanaan

Petugas Disdamkartan Bontang lakukan penanganan kebakaran lahan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan. (Disdamkartan Kota Bontang )

TIMUR. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mengerahkan 36 personel, untuk menghentikan rambatan api dalam kebakaran lahan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (1/10/2026).

Kebakaran terjadi di lahan kering yang berada di sekitar permukiman. Api bahkan sempat merembet hingga bagian belakang sebuah rumah kosong. Kondisi lahan yang kering disertai angin cukup kencang membuat api berpotensi meluas dengan cepat.

Read More

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Disdamkartan sekitar pukul 08.42 Wita. Petugas langsung bergerak dua menit kemudian, dan tiba di lokasi pada pukul 08.47 Wita.

Setibanya di lokasi, petugas tidak hanya berfokus pada kobaran api yang terlihat. Pembasahan dilakukan secara bertahap, untuk menghentikan rambatan sekaligus mengamankan bagian lahan yang berpotensi menjadi jalur api berikutnya.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, turut memantau langsung proses penanganan di lapangan. Bahkan ikut membantu petugas menarik selang menuju titik pemadaman.

“Kondisi lahan yang kering ditambah angin membuat api cepat menjalar. Sebab lokasinya berdekatan dengan permukiman, kami langsung fokus melakukan pembasahan dan memutus jalur rambatan api,” ujar Amiluddin.

Strategi pemutusan jalur api dilakukan untuk mencegah kobaran bergerak lebih jauh menuju area yang berdekatan dengan permukiman. Petugas mengamankan bagian lahan yang masih berpotensi terbakar sembari melakukan pemadaman pada area yang sudah terdampak.

Selain 36 personel Disdamkartan, dua personel Satuan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) turut membantu proses pemadaman di lokasi. Kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.50 Wita.

Berdasarkan penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,8 hektare. Bagian belakang satu rumah kosong juga turut terdampak akibat rambatan api.

Amiluddin mengatakan keberadaan api di area terbuka perlu segera ditangani, terlebih ketika berada dekat dengan permukiman. Dia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan api di area terbuka.

“Kalau melihat adanya titik api, segera laporkan agar bisa kami tangani sebelum meluas,” pungkasnya.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts