Ciptakan SDM Andal, Pupuk Kaltim Bekali Warga Bufferzone Keahlian Welder

  • Whatsapp

TIMUR. Ciptakan sumberdaya manusia (SDM) yang andal dan produktif, Pupuk Kaltim latih 20 warga bufferzone dari Kelurahan Loktuan dan Guntung keahlian pengelasan (welder), guna menjawab tantangan dunia kerja dan kebutuhan industri yang semakin berkembang. Pelatihan dilaksanakan melalui kerjasama Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) binaan perusahaan, diantaranya LPK Suvi Training dan LKP Sasana Widya selama 20 hari atau 160 jam pelajaran (JPL).

Read More

Diungkapkan pimpinan Suvi Training Eviwanti, pelatihan ini sebagai upaya mendorong pemberdayaan masyarakat bufferzone, melalui penciptaan tenaga kerja dengan kompetensi dan keterampilan yang memiliki peluang besar di dunia kerja.

Pelatihan ini sengaja dipilih, melihat tingginya kebutuhan tenaga welder di berbagai perusahaan Kota Bontang maupun luar daerah, sesuai analisa kebutuhan kerja oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang satu tahun terakhir.

“Dari data yang kami dapat, tenaga welder merupakan keahlian yang banyak dibutuhkan, namun SDM-nya kurang,” ujar Eviwanti, saat ditemui di lokasi pelatihan Jl Atletik 15 Kelurahan Api-api Bontang Utara, Selasa (24/9/2019) pagi.

Tak hanya dilatih kemampuan teknik pengelasan, para peserta pun dibekali berbagai materi pendukung sejak awal pelatihan, seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengantar kerja hingga manajerial kewirausahaan. Upaya tersebut melihat target pelatihan yang tak hanya difokuskan pada kebutuhan industri, namun juga bekal wirausaha mandiri bagi para peserta.

“Peserta yang ingin membuka usaha welder sendiri juga bisa, yang pasti hasil pelatihan diharap berdampak pada penurunan angka pengangguran sekaligus menjawab tantangan industri masa kini,” tambah Eviwanti.

Para peserta antusias mengikuti materi dari instruktur pelatihan (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Pimpinan LKP Sasana Widya Elok Erma Arviari, selaku pelaksana teknis pelatihan pun menyebut para peserta selanjutnya akan mengikuti program magang di sejumlah perusahaan, untuk mengasah kemampuan dan kecakapan di bidang welder. Dilanjutkan uji kompetensi dan sertifikasi diakhir program.

“Uji kompetensi dan sertifikasi penting dilakukan, agar peserta mampu bersaing di dunia kerja. Jadi kami tak hanya melatih, tapi juga memastikan peserta bisa menyerap ilmu serta memiliki pengalaman dari magang yang dilaksanakan,” kata Elok.

Instruktur pelatihan menggandeng Ikatan Welder Bontang (IWB), dengan belasan tahun pengalaman serta diakui di dalam dan luar negeri. Materi berupa dasar pengelasan pada tingkat 3G, disesuaikan kemampuan penyerapan materi baik secara teori hingga pengenalan awal perangkat dan tata cara pengelasan.

“Peserta pelatihan akan terus dalam pendampingan, dan tidak akan dilepas tanpa kualitas kompetensi yang jelas,” terang instruktur pelatihan, Ardiansyah.

Manager Humas Pupuk Kaltim Wahyudi, mengatakan dalam satu tahun Pupuk Kaltim menginisiasi setidaknya 8 program pelatihan di berbagai bidang, menggandeng LPK binaan perusahaan sebagai bentuk pemberdayaan. Hal tersebut pun langkah Pupuk Kaltim mengurangi angka pengangguran, dengan membekali keterampilan bagi masyarakat. Sehingga tercipta tenaga kerja andal sesuai kebutuhan industri, maupun wirausaha mandiri yang diharap mampu membuka kesempatan kerja dengan lebih luas.

“Pelatihan welder ini hanya satu dari sekian banyak program pelatihan yang digagas Pupuk Kaltim setiap tahunnya. Ada juga pelatihan administrasi perkantoran, teknisi komputer, tata boga dan tata busana. Seluruhnya terbagi dan dilaksanakan berbagai LPK binaan perusahaan,” papar Wahyudi saat dihubungi terpisah.

Salah satu peserta praktikkan metode pengelasan pada pelatihan keahlian welder di LKP Sasana Widya (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Sementara Muhammad Aswar (20), salah satu peserta pelatihan mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar teknik pengelasan melalui kegiatan ini. Meski lulusan SMK, dirinya baru kali pertama mengenal welder dan akan terus belajar meningkatkan kemampuan agar menjadi tenaga profesional dan mampu bersaing di dunia kerja. Apalagi kebutuhan tenaga welder di Bontang terbilang tinggi, dan tidak banyak kesempatan serupa bisa didapatkan karena biaya pelatihan yang terbilang besar.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pupuk Kaltim yang menggelar pelatihan ini, karena bekal seperti ini sangat bermanfaat bagi masa depan saya. Khususnya untuk mencari kerja,” ucap warga RT 01 Kelurahan Guntung itu. (Ram/ads)

Related posts