Dihadapan Wamentan, Pupuk Kaltim Pastikan Stok Aman

  • Whatsapp
Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi, mengecek ketersediaan pupuk di Pupuk Kaltim. (Dok. Kementan RI).

TIMUR. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan RI) Harvick Hasnul Qolbi, cek ketersediaan pasokan pupuk di Pupuk Kaltim, sekaligus meninjau proses produksi hingga pengemasan, Rabu (6/4/2021).

Read More

Wamen Harvick yakin ketersediaan pupuk dalam mendukung produksi pangan nasional mampu terpenuhi secara baik. Apalagi, Pupuk Kaltim sebagai anak perusahaan Pupuk Indonesia, telah lama memberi kontribusi nyata terhadap pertanian Indonesia.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, tentu kita harapkan pupuk nasional mampu memenuhi produksi pertanian kita dengan baik,” ujar Wamentan Harvick.

Wamentan pun berjanji akan memperjuangkan pembangunan pabrik pupuk lebih banyak, agar mampu memecahkan persoalan impor yang selama ini menghantui petani.

“Saya sudah sampaikan ke Komisi IV untuk membangun pabrik pabrik pupuk lebih banyak lagi. Kita harus menggenjot ekspor lebih tinggi. Kalau petani sejahtera otomatis, akan ada perkembangan ekonomi yang cukup baik di tiap desa,” terang dia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman, mengaku siap bekerja lebih keras untuk memenuhi harapan petani agar terpenuhinya kebutuhan pupuk di seluruh Indonesia. Pupuk Indonesia juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Kata Bakir, Pupuk Indonesia selaku pelaksana tugas penyediaan dan penyaluran pupuk, melihat ketersediaan pasokan yang harus ditingkatkan. Sebab kapasitas pabrik hanya 14 juta ton, sementara kebutuhan tahunan mencapai 32 juta ton.

“Tapi kami menjamin produksi Pupuk Indonesia memiliki kualitas terbaik, dan tidak pernah mencuri spek,” katanya.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmat Pribadi, mengaku optimis produksi pupuk nasional dapat memenuhi kebutuhan petani. Ditambah lagi program Agro Solution Pupuk Indonesia yang terus diperluas, meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan hasil signifikan pada berbagai komoditas, sehingga mampu keluar dari kebijakan yang menghambat pertumbuhan produktivitas nasional.

“Alhamdulillah saat ini produksi kita di lini 1 mencapai 150 ribu ton. Jadi kami jamin pasokan Pupuk Kaltim aman,” tutur Rahmad Pribadi. (*)