TIMUR. Keberadaan jembatan baru di RT 01 Kelurahan Gunung Elai, Gang Keluarga, yang semula menjadi ikon penataan kawasan, kini justru memprihatinkan. Sejumlah fasilitas penunjang di lokasi tersebut dilaporkan hilang dan mengalami kerusakan, tak lama setelah proyek rampung dibangun.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis (15/1/2026). Fasilitas yang dilaporkan hilang di antaranya lampu penerangan yang terpasang di sepanjang jembatan, serta beberapa bagian kayu jembatan yang mengalami kerusakan. Padahal, jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek penataan kawasan kumuh yang dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan jembatan baru ini cukup ramai dikunjungi warga, terutama pada sore hari. Banyak masyarakat datang untuk menikmati pemandangan senja, sehingga area tersebut menjadi salah satu titik keramaian baru di lingkungan Gunung Elai.
Salah seorang warga setempat, Kurniawan, mengatakan lampu penerangan di jembatan relatif mudah dilepas karena hanya ditempel tanpa pengaman yang kuat. Ia bahkan menyebutkan sebagian lampu ditemukan dalam kondisi dibuang ke laut.
“Memang banyak yang hilang. Padahal baru selesai dibangun. Kalau malam sebenarnya bagus, karena semua lampu menyala,” ungkapnya.
Di sisi lain, keberadaan jembatan dan kawasan wisata batu di sekitarnya turut memberikan dampak ekonomi bagi warga. Pada sore hari, sejumlah warga RT 01 memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak jualan kecil yang cukup diminati pengunjung.
Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengaku telah meninjau langsung lokasi setelah menerima laporan dari Ketua RT setempat terkait banyaknya lampu portabel yang rusak dan hilang. Ia menilai, pemasangan fasilitas penerangan seharusnya dilengkapi dengan sistem pengaman yang lebih kuat agar tidak mudah dilepas.
“Penyedia seharusnya memasang lampu dengan pengaman permanen. Mereka juga sudah menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi,” ujarnya.
Sulistyo menambahkan, pihak kelurahan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalimantan Timur. Mengingat proyek tersebut merupakan kewenangan provinsi dan masih dalam masa pemeliharaan, ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan.
“Itu proyek provinsi dan masih masa pemeliharaan. Kami minta agar segera diperbaiki,” tegasnya.
Meski terdapat kerusakan, penataan kawasan kumuh di wilayah Gunung Elai dinilai cukup berhasil. Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti lampu jalan lingkungan dan hidran, guna meningkatkan kualitas lingkungan permukiman warga.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






