Jadi Ibu Kota Negara, Bisnis Properti Sewa di Kaltim Akan Berkibar

  • Whatsapp

TIMUR. Pasca diumumkan sebagai ibu kota negara yang baru, potensi pasar properti di Kalimantan Timur makin terbuka lebar. Termasuk properti sewa yang bisa diserap pendatang yang pindah dari Jakarta.

Read More

Apalagi disebutkan akan ada 10 lembaga yang pindah, mulai istana presiden, lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif, serta perwakilan-perwakilan negara atau kedutaan besar.

Menurut hitungan Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro, sekira 1,5 juta penduduk yang akan pindah ke ibu kota baru. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan jumlah pegawai negara dan keluarganya.

Dengan data tersebut, pasar properti sewa di sekitar ibu kota negara baru kelak akan ikut bertumbuh, lantaran kebutuhan properti yang juga akan terus naik.

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik, mengatakan bahwa kebutuhan properti para pendatang akan sulit untuk dipenuhi negara dan juga perusahaan pengembang swasta. Pegawai bank sentral, staf kedutaan besar negara asing, dosen, peneliti, dan para pekerja lain membutuhkan hunian.

Selain itu, perusahaan asing dan nasional pula pastinya akan membuka kantor perwakilan di ibu kota baru, termasuk media massa nasional. Hal ini membuka peluang untuk investor berinvestasi properti sewa.

“Untuk memenuhi kebutuhan hunian jutaan orang dalam waktu 5 tahun tentunya sulit, hal ini bisa membuka peluang menguntungkan bagi investor yang sudah punya atau akan membangun rumah karena nantinya bisa disewakan pada pendatang yang bekerja di IKN,” ungkapnya, Selasa (10/9/2019).

Kendati demikian, Maria mengungkapkan bahwa imbal hasil dari penyewaan rumah memang tidak akan besar. Selain rumah, yang menjadi potensi lainnya adalah rumah indekos.

Rumah indekos atau rumah petak juga akan menjadi incaran para pendatang yang datang ke suatu kota. Menurut Maria, masih banyak orang yang bakal memilih untuk menyewa kamar kos atau rumah petak.

“Yang saat ini sudah punya hunian bisa menjadikan rumahnya sebagai indekos yang lengkap dengan fasilitas bak apartemen studio atau hotel berbintang. Fasilitas seperti pendingin udara, wifi, dan lainnya. Indekos seperti ini biasanya menjadi buruan para penyewa,” jelasnya.

Kemudian, investasi selanjutnya yang tak kalah baik potensinya untuk dikembangkan adalah apartemen. Meskipun sampai saat ini belum ada pengembang besar yang berencana membangun apartemen tepat di ibu kota baru baru, ke depannya produk ini juga akan menjadi incaran para pendatang.

“Mungkin kalau masterplan ibu kota baru selesai pada 2020 mendatang, ada developer besar yang akan membangun apartemen atau superblok,” pungkas Maria. (*)

Related posts