Kucur Rp1,69 Miliar, UPZ Pupuk Kaltim Bantu 1.129 KK Terdampak Covid-19 di Bontang

  • Whatsapp
Ketua UPZ Pupuk Kaltim Nur Sahid (kanan), saat penyerahan simbolis bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Bontang (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

TIMUR. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pupuk Kaltim menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 di Bontang, khususnya warga di sekitar Perusahaan dari Kelurahan Loktuan, Guntung dan Sidrap. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua UPZ Pupuk Kaltim Nur Sahid, bersama Walikota Bontang Neni Moerniaeni, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang pada Rabu (29/4) pagi.

Read More

Dijelaskan Nur Sahid, bantuan disalurkan bagi 1.129 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Covid-19 di kawasan sekitar Perusahaan. Penerima bantuan berdasarkan data dari Pemerintah Kota Bontang, terdiri dari 660 KK di Kelurahan Loktuan, 112 KK di Kelurahan Guntung dan 357 KK di kawasan Sidrap.

Setiap KK mendapat paket sembako senilai Rp300 ribu, ditambah uang tunai Rp200 ribu. Paket sembako berisi 10 Kg beras, 10 bungkus mie instan, 2 liter minyak goreng, 1 Kg tepung, 1 botol sirup, kopi, teh, gula dan susu. Paket sembako akan disalurkan setiap bulan, mulai April hingga Juni 2020 dengan total bantuan senilai Rp1,69 Miliar.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian karyawan Pupuk Kaltim bagi masyarakat, hasil pengumpulan zakat yang dikelola UPZ Pupuk Kaltim dari pemotongan gaji karyawan setiap bulan,” ujar Nur Sahid.

Paket bantuan UPZ Pupuk Kaltim bagi 1.129 KK terdampak Covid-19 di Bontang (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Selain bagian kegiatan rutin UPZ Pupuk Kaltim, bantuan ini kata Nur Sahid sekaligus mendukung program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pemerintah Kota Bontang bagi warga terdampak Covid-19 dan kurang mampu, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan harian saat Ramadan di tengah kondisi pandemi.

“Kami harap bantuan ini bisa bermanfaat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan harian saat Ramadan,” tandasnya.

Walikota Bontang Neni Moerniaeni, mengapresiasi keterlibatan Pupuk Kaltim mendukung program Pemerintah melalui bantuan bagi warga terdampak Covid-19. Dikatakannya, bantuan UPZ Pupuk Kaltim dioptimalkan bagi masyarakat di luar penerima BLT yang dinyatakan lolos verifikasi Pemerintah. Melihat data, penerima BLT di Bontang ada 12.000 KK dari 17.000 KK terdaftar, sisanya tidak terakomodasi karena berbagai faktor, seperti tumpang tindih program serta lokasi tempat tinggal yang secara de jure di luar wilayah, namun secara de facto bagian dari warga Bontang.

Maka dengan keterlibatan Pupuk Kaltim, masyarakat terdampak yang tidak masuk daftar penerima BLT bisa mendapat bantuan serupa. “Inilah wujud sinergi positif antara Perusahaan dengan Pemerintah Kota, dengan saling dukung untuk membantu masyarakat. Apalagi kondisi saat ini, rasa berbagi dan kesetiakawanan sosial harus tetap tumbuh,” kata Neni.

Jajaran Manajemen Pupuk Kaltim bersama Pemkot Bontang saat penyerahan bantuan UPZ di Pendopo Walikota (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Neni berharap kepedulian dan dukungan Pupuk Kaltim terhadap penanganan Covid-19 di Bontang semakin ditingkatkan, baik bantuan langsung bagi masyarakat maupun melalui instansi pemerintahan dan stakeholders seperti yang selama ini berjalan. “Bantuan ini patut disyukuri, semoga berkah bagi Perusahaan dan masyarakat. Atas nama Pemkot Bontang kami ucapkan terima kasih atas peran aktif Pupuk Kaltim mendukung penanganan Covid-19 dengan berbagai bantuan yang disalurkan,” tambah Neni.

Salah satu penerima bantuan, Supandji (59), warga RT 20 Dusun Sidrap mengatakan paket sembako dan uang tunai dari UPZ Pupuk Kaltim sangat membantu dirinya memenuhi kebutuhan harian keluarga saat Ramadan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dengan kondisi tidak lagi bekerja karena sakit, sangat sulit baginya memenuhi kebutuhan dari pendapatan menjual sayur di depan rumah dan sekitar tempat tinggal.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur dapat bantuan dari Pupuk Kaltim. Saya sehari-hari cuma jual sayur bantu istri, tapi sejak Corona tidak ada lagi pendapatan karena tidak bisa kemana-mana. Saya hanya bisa mendoakan Pupuk Kaltim terus maju dan berkembang,” tutur Supandji. (*/ram/nav)

Related posts