Mati Listrik Massal, Okupansi Hotel di Jabodetabek Meningkat

  • Whatsapp

TIMUR. Mati listrik massal menghadang DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Minggu (4/8). Pemadaman listrik akibat gangguan teknis tersebut membuat aktivitas ibu kota terganggu.

Read More

Bayangkan saja, traffic light di jalan raya tidak berfungsi, sejumlah provider telekomunikasi tumbang, transportasi massal, seperti MRT, KRL Jabodetabek, KA Bandara, hingga transportasi online tak luput kena imbas dari pemadaman yang dilakukan PLN ini.

Meski berdampak negatif bagi beberapa pihak, pemadaman listrik tersebut rupanya membawa berkah bagi pihak layanan penginapan seperti hotel. Menurut penuturan Busyra Oryza, Corporate Communication Manager Pegipegi, hotel-hotel terutama hotel bintang tiga dan empat mengalami peningkatan pemesanan saat pemadaman berlangsung.

“Hari Minggu lalu saat terjadi pemadaman listrik di Jabodetabek dan Bandung, kami melihat ada peningkatan pemesanan hampir dua kali lipat pada pukul 16.00 WIB dan puncaknya pada pukul 20.00 WIB,” katanya ketika dihubungi kumparan, Senin (5/8).

Hal senada juga diungkapkan oleh John Safenson, Vice President of Market Management Traveloka.

“Kami melihat bahwa transaksi dan tingkat permintaan konsumen hotel atau akomodasi di daerah Jakarta dan sekitarnya berbeda-beda, akan tetapi kami juga melihat adanya peningkatan persentase transaksi dari customers yang melakukan check-in di hari yang sama,” ungkapnya, saat dihubungi kumparan pada waktu yang sama.

Untuk memastikan keabsahan data tersebut, kumparan kemudian melakukan cross check pada pihak hotel. Hasilnya, sama.

Holiday Inn Jakarta Kemayoran misalnya. Karena pemadaman yang berlangsung cukup lama pada hari Minggu (4/8), Holiday Inn Jakarta Kemayoran mengalami peningkatan okupansi yang cukup signifikan karena mencapai 98 persen.

“Karena imbas mati lampu kemarin, kemarin okupansi kita naik menjadi 98 persen. Selisihnya sekitar 40 persen dari okupansi pada weekend biasa. Sementara kalau untuk hari ini (hari biasa) enggak ada perbedaan,” ujar Gracia Stefani, Assistant Marketing Communication Manager Holiday Inn Jakarta Kemayoran.

Setali tiga uang dengan Holiday Inn Jakarta Kemayoran, Hotel GranDhika Jakarta juga menuturkan hal yang sama. Meski tidak dapat memastikan bahwa naiknya okupansinya terjadi akibat pemadaman listrik di Kota Jakarta, Hotel GranDhika juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Persentase peningkatannya 67,3 persen. Peningkatan terjadi mulai dari pukul 13.00 WIB, tapi belum dipastikan alasannya karena pemadaman listrik atau tidak,” kata Debora Dea Augustha, Corporate Digital Marketing Hotel GranDhika Indonesia dilansir Kumparan.com

Tak hanya Holiday Inn, GranDhika, hotel-hotel lainnya seperti Dharmawangsa saja yang mengalami peningkatan okupansi akibat pemadaman listrik yang terjadi sejak hari Minggu kemarin, tetapi juga startup hotel chain RedDoorz. Meski tidak menyebutkan persentasi yang spesifik, RedDoorz mengakui bahwa hotel yang ia naungi mengalami peningkatan okupansi yang signifikan.

“Ada kenaikan di banding hari-hari biasa. Lumayan signifikan, tapi enggak bisa di-share angkanya,” kata Sandy Maulana, Marketing Director RedDoorz.(Kumparan)

Related posts