Soal Nama Tol Balsam, Ini Kata Anggota DPRD Kaltim

  • Whatsapp

TIMUR. Jalan Tol satu – satunya di pulau Kalimantan telah hadir di Provinsi Kaltim. Peresmian pembukaan tol Samarinda menuju Balikpapan itu diresmikan langsung Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Read More

Saat ini, progres pembangunan tol sepenuhnya hampir rampung. Tol tersebut digadang – gadang mampu menyingkat waktu perjalanan dari Samarinda – Balikpapan maupun sebaliknya. Selain itu juga bakal memperlancar jalur distribusi barang dan jasa. Jelas efek positifnya untuk masyarakat pasti dapat dirasakan.

Kendati progres Tol dengan panjang 56 kilometer terus dikebut, tol tersebut sudah bisa digunakan pada seksi 2 dan 4. Bahkan koridor – koridor yang belum rampung juga sedang dikerjakan.

Untuk koridor yang belum selesai, menjadi tanggung jawab kementrian terkait untuk menyelesaikan. Seperti diketahui, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk jalan tol telah terserap Rp3 triliun, dengan begitu masyarakat bisa menikmati fasilitas dengan maksimal.

“Tol ini sangat menguntungkan pelaku usaha lintas kota,” ujar anggota DPRD Kaltim, Komisi III, Seni Aji belum lama ini.

Usulan dari beragam masyarakat yang ingin memberikan nama tol dengan berbagai nama figur atau tokoh seperti Awang Faroek Ishak dan lain – lain ditanggapi anggota Dewan dari Fraksi Gerindra ini.

“Saya rasa itu kurang tepat, harusnya nama tol mewakili nama daerah lokasi tol itu dibangun misalnya SaSamBa (Samarinda – Samboja – Balikpapan),” ujar Seno Aji.

Selain alasan satu satunya jalan tol di Kaltim. Masyarakat tentunya sangat apresiatif karena pencetus tol adalah Awang Faroek Ishak yang pada saat itu ia menjadi gubernur. Menurut dia lagi, mencontoh tol di Jawa yang menyingkat nama daerah. Dengan begitu ia berpikir itu lebih bermakna misalnya tol Cipularang.

“Soal pemberian nama dari PUPR yang menentukan, Pengelola yang akan menamai maupun pilihan dari pemilik saham jalan tol Balikpapan Samarinda,” ungkapnya.(yok)

Related posts