26 Mahasiswa Ikuti Program Magang Bersertifikat di Pupuk Kaltim

  • Whatsapp

TIMUR – Setelah Apprentice Challenge dan Internship Program, Pupuk Kaltim kembali membuka kesempatan belajar dalam rangka peningkatan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) melalui Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Dibuka Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi, didampingi General Manager SDM Jojok Wido Harjoso dan Manager Learning Center Tahtit Surya Arjanggi, di Aula Gedung Diklat Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Rabu, 30 Januari 2019.

Read More

PMMB merupakan inisiasi Kementerian BUMN pada program BUMN Hadir untuk Negeri, yang ditindaklanjuti melalui Memorandum of Understanding (MoU) bersama para Rektor dari seluruh Universitas se-Indonesia. Didukung kerjasama Forum Human Capital Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Tenaga Kerja.

Program ini merupakan tahap pertama yang dilaksanakan serentak se-Indonesia, dengan durasi magang selama 6 bulan. Khusus Pupuk Kaltim, diikuti 26 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi. Diantaranya Universitas Mulawarman Samarinda 20 orang, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) 4 orang, dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) Jawa Timur 2 orang.

Dijelaskan Manager Learning Center Pupuk Kaltim Tahtit Surya Arjanggi, seluruh mahasiswa peserta PMMB terbagi pada beberapa jurusan, yakni Teknik Industri 9 orang, Teknik Elektro 9 orang, Teknik Kimia 4 orang, Teknik Mesin 2 orang, dan Ilmu Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat 2 orang.

“Penempatan di unit kerja Pupuk Kaltim yang sesuai jurusan peserta. Sebab PMMB merupakan pengganti Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang wajib diikuti mahasiswa sebagai syarat kelulusan,” terang Tahtit.

Dirinci, unit kerja penempatan ada di 13 Departemen. Terdiri dari Departemen Pengadaan Barang, Departemen Penerimaan dan Pergudangan, Departemen Pemeliharaan Instrumen, Departemen Pemeliharaan Listrik, Departemen Manufacturing Logam, Departemen K3, Departemen Manajemen Aset, Departemen Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa, Departemen Perencanaan dan Pengendalian Turn Around, Departemen Keandalan Pabrik, Departemen Operasi Pabrik 1A, Departemen Operasi Pabrik 2, dan Departemen CSR.

Tahap akhir program ini, seluruh peserta akan disertifikasi sesuai skema kompetensi yang bisa dipilih berdasarkan jurusan. Jika tidak ada skema kompetensi yang sesuai, maka sertifikat akan dikeluarkan Pupuk Kaltim berdasarkan penilaian para pembimbing di tiap unit kerja.

“Maka dari itu, kami harap para peserta dapat serius dan tekun selama pelaksanaan magang. Baik untuk aplikasi soft kompetensi maupun hard kompetensi,” tambah Tahtit.

Penyematan tanda peserta oleh Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi, tandai dimulainya Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2019 (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Sementara Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi, menyambut positif PMMB sebagai nilai tambah bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja pasca kelulusan. Meizar berharap masa magang dapat dimanfaatkan maksimal seluruh mahasiswa, untuk menimba ilmu sekaligus memahami dengan baik iklim dunia kerja dan industri.

Dirinya menilai PMMB sebagai kesempatan berharga untuk mendalami terapan ilmu yang didapat selama kuliah, dengan melakukan praktik langsung di perusahaan. Hal ini sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dan kapabilitas para peserta, khususnya terapan ilmu yang dipelajari sesuai jurusan masing-masing.

“Selain juga kepercayaan diri akan lebih meningkat, dibanding orang yang baru lulus dan belum mengenal dunia kerja,” tutur Meizar.

Lebih lanjut, Meizar kembali menekankan seluruh peserta dapat serius selama magang di Pupuk Kaltim, karena program ini merupakan hal langka yang tidak terbuka setiap saat. Apalagi jika berkaca beberapa tahun silam, kesempatan magang begitu sulit didapatkan. Sehingga banyak lulusan sarjana yang tidak memahami dengan baik terapan ilmu selama kuliah, saat terjun di dunia kerja.

“Manfaatkan kesempatan ini, karena akan banyak pengalaman yang tidak diperoleh saat di bangku kuliah. Dari awal hanya memahami teori, tapi dengan magang ilmu bisa teraplikasi dengan baik,” lanjut Meizar.

Tujuan inilah sejatinya ingin dicapai Pupuk Kaltim, baik pada Apprentice Challenge maupun Internship Program yang kini juga berjalan. Sehingga keberadaan Pupuk Kaltim tak hanya berkontribusi langsung melalui penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) saja, tapi juga sarana peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di Indonesia, melalui pelatihan dan magang yang difasilitasi perusahaan.

“Hal ini sebagai langkah konkrit Pupuk Kaltim, memberikan manfaat bagi masyarakat di segala bidang. Tak hanya sosial kemasyarakatan, juga pendidikan serta peningkatan kompetensi agar lebih berdaya saing,” pungkas Meizar.

Pelaksanaan PMMB pun ditandai penyematan tanda peserta oleh Meizar Effendi, dilanjutkan Jojok Wido Harjoso kepada perwakilan mahasiswa. (ram/ads)

Related posts