Bendungan Benanga Tak Kondusif, DPRD Kaltim Minta Pemerintah Subsidi Petani

  • Whatsapp

TIMUR. Gagal panen akibat banjir bukan hal baru bagi petani Lempake. Kondisi demikian sering dialami petani di wilayah itu. Setiap kali hujan deras dengan durasi waktu yang cukup panjang bendungan kerap meluap. Tapi saat musim panas stok air di bendungan justru minim. Menurut petani, sedimentasi di bendungan Benanga sudah sangat parah.

Read More

“Sedimen material tanah itu sudah ditumbuhi rerumputan, bahkan orang-orang masih bisa jalan diatasnya kalau lagi surut mencari ikan. Pengerukan sedimen tak disertai pemindahan material ke lokasi lain, tapi hanya digeser atau dibelah saja supaya air bendungan bisa berjalan lancar,” cetusnya.

Para petani tak bisa berbuat apa-apa selain berharap cuaca baik. Atas peristiwa tersebut para petani yang berjumlah dua ratusan orang dari sembilan kelompok tani ini mengaku rugi. Kebun sayur juga ikut rusak karena terendam banjir.

“Butuh dana Rp 5 juta untuk mengolah satu hektar perorang, dari pupuk, bibit, pestisida hama dan pengoperasian mesin bajak,”jelasnya.

Sementara itu Sabran (55) Ketua Kelompok Tani Tunas Muda menambahkan, kondisi Bendungan Benanga sudah tak kondusif bagi pertanian warga sekitar dan sistem irigasi sawah.

Pasalnya, sedimentasi yang ada di waduk tersebut sudah terlalu tinggi. Saat hujan, waduk tak bisa menampung air hingga meluap ke sawah petani.

Namun, disaat musim panas sawah petani justru mengalami kekeringan karena daya tampung air yang sedikit lebih banyak disedot PDAM Tirta Kencana Samarinda untuk pengelolaan air bersih bagi wilayah sekitar.

“Jadi kami petani disini baik musim hujan dan musim panas selalu menderita. Musim hujan pun salah, musim kering pun salah. Kami minta waduk itu di normalisasi biar daya tampung airnya mumpuni,” kata dia.

Kondisi demikian sudah dialami petani hampir tujuh tahunan.

“Dulu waduk itu dalam. Kami cari ikan disana takut karena dalam,” jelasnya.

Atas kondisi ini, dirinya meminta agar pemerintah daerah bisa mengeruk waduk dengan baik agar sistem irigasi bagi persawahan membaik.

Soal gagal panen musim ini, para petani berharap pemerintah daerah memberi bibit baru dan modal untuk menanam kembali pada musim tanam selanjutnya.

Sementara itu terpisah, Asisten I Setkot Samarinda Tedjo Sutarnoto mengatakan semua masalah yang ditimbulkannya dalam bencana banjir kali ini akan dicarikan solusi.

Saat ini pihaknya masih fokus mengurus korban terdampak banjir yang dievakuasi di masjid-masjid dan posko-posko untuk mendapat bantuan segera.

“Segera kita carikan solusi soal sawah petani. Saat ini kita fokus alokasi bantuan,” ungkap dia saat dihubungi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang menjelaskan, banjir tak bisa dihindari lantaran pengaruh alam dengan curah hujan yang tinggi. Ditambah lagi meluapnya beberapa aliran anak sungai di Samarinda yang naik.

Tentunya Pemerintah sudah mengupayakan hal-hal yang terkait dengan banjir yakni, dengan melebarkan drainase, meninggikan jalan lingkungan dan lain-lain. Terkait gagal panen, Pemerintah menurutnya harus segera menyiapkan atau mendatangkan stok pangan baik beras maupun sayuran. Lebih lanjut kata dia, dalam situasi ini, sayur- sayuran akan naik harganya lantaran kekurangan stok.

“Selain itu juga Pemerintah Daerah bisa membantu memberikan subsidi bibit untuk petani agar bisa menanam kembali,” pungkas Veridiana.(yok)

Related posts