Gagal Panen, 200 Hektar Sawah di Samarinda Terendam Banjir

  • Whatsapp

TIMUR. Banjir kembali melanda Kota Samarinda, Kaltim sejak sepekan lalu. Apes bagi petani, banjir turut menggenangi persawahan warga di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

Read More

Saat ini, sembilan kelompok tani gagal panen musim ini, padahal telah menanam pada bulan November dan Desember tahun lalu. Namun memasuki tiga bulan, luapan air waduk Benanga membuat padi di sawah tergenang air. Petani merugi ratusan juta.

Sawah seluas 300 hektar itu direndam banjir dengan ketinggian air sekitar 1 sampai 2 meter, sebelumnya banjir mencapai 3 meter. Dari pantauan media ini, areal sawah bagai danau, Jumat (17/1/2020).

Ngadimin (82) Ketua Kelompok Tani Panca Usaha mengatakan, sebagian besar kelompok tani sudah menanam bibit padi dan ada yang baru menyemai dan ada pula yang baru mengolah atau membajak.

Jarak Bendungan Benanga dan sawah berkisar dua kilometer. Jika aliran normal, bendungan itu menyuplai air melalui Irigasi persawahan. “Kami tidak berbuat apa-apa selain pasrah,” ungkap Ngadimin saat ditemui.

Dia mengatakan padi yang sudah tertanam dipastikan membusuk.

Dengan kondisi demikian, petani hanya pasrah menunggu air surut untuk kembali turun ke sawah. Namun dia mengatakan, tak ada lagi modal untuk membeli bibit dan kebutuhannya lainnya lantaran sudah merugi.

“Setiap empat bulan sekali, kita panen. Tapi musim ini sudah gagal,” kata dia. (yok)

Related posts