Dinas Pendidikan Bontang Bantu Sosialisasi Vaksin MR

  • Whatsapp

TIMUR – Sebanyak 2.274 siswa tingkat SD dan SMP di Bontang mendapat vaksin Measles (M) dan Rubella (R) dari Pemerintah Kota Bontang. Mereka dijadwalkan mendapat vaksinasi MR sejak 16 Agustus 2018 sampai dengan 13 September 2018 mendatang.

Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Bontang menggelar Sosialisasi pentingnya vaksin MR di Auditorium Dinas Pendidikan Kota Bontang, Kamis, 23 Agustus 2018.

Meski pelaksanaan Vaksinasi sudah dilakukan ke beberapa sekolah, hal ini perlu dilakukan agar sekolah yang belum melaksanakan vaksinasi dapat lebih memahami dan mengedukasi peserta didiknya.

Akhmad Suharto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang mengatakan, sebagai leading sektor pendidikan di Bontang, pihaknya mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan mengajak seluruh Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP di Bontang mensukseskan program tersebut.

“Hal ini dilakukan agar kepala atau perangkat sekolah paham, mendukung, dan turut mengedukasi siswanya ,” kata Suharto.

Ia mengimbau kepada seluruh anak didik agar mau diberi vaksin MR. Sebagai upaya pencegahan penyakit berbahaya ini. Semua SD dan SMP di Bontang sudah terjadwal pelaksanaan vaksinasi MR. Sasarannya adalah sebanyak 2.274 siswa tingkat SD dan SMP di Kota Bontang yang terbagi atas 53 SD dan 28 SMP.

Ditempat sama, Dr. Arlita Eka Putri, S.PA (spesialis anak) selaku pemateri menegaskan vaksin MR sangat penting karena jika terkena Rubella, dapat mengakibatkan kelainan otak, katarak hingga kelainan jantung. Bahkan, risiko cacat mengancam anak yang baru dilahirkan karena penyakit ini bersifat bawaan.

“Penyakit Rubella itu berbahaya dan bersifat seumur hidup. Apalagi dibutuhkan pembiayaan mahal dalam vaksinasi. Yang diberikan pemerintah ini gratis, untuk anak usia 1-15 tahun,” ucapnya.

Pada dasarnya, semua orang rentan terjangkit virus ini. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat resiko tertular virus yang menginfeksi tubuh terutama melalui sistem pernafasan.

Penderita Rubella tidak mudah terdeteksi. Pasangan yang sehat tidak tahu kalau didalam tubuhnya terdapat penyakit Rubella. Virus ini dapat berakibat fatal jika menginveksi janin pada tiga bulan awal kehamilan. Mereka baru mengetahui usai proses melahirkan dengan hasil anak yang cacat.

Ia menjelaskan cara mengetahui seseorang mengidap penyakit Rubella misalnya dengan pemeriksaaan darah. Di Kota Bontang, beberapa Rumah Sakit dapat melakukannya. Misalnya RSUD Taman Husada, bisa memfasilitasi pemeriksaaannya. Orang tua harus teredukasi bahwa vaksin rubella itu penting.

Saat vaksinasi berlangsung, pastikan anak dalam kondisi yang sehat. Prosedurnya akan ditangani oleh perawat atau bidan dari tenaga kesehatan yang berpengalaman. Anak-anak akan disuntik biasa seperti vaksinasi. Biasanya, suntikan diberikan di lengan tangantepat di bagian bawah kulit atau subkutan.

“Supaya terbebas beban mental, beban biaya, beban waktu dan lainnya vaksin perlu dilakukan sejak dini. Pastikan anak-anak kita bebas dari Rubella agar keturunan kedepan tidak ada yang cacat,” pesannya. (*)

Related posts