Dukung Penanganan Banjir, Pupuk Kaltim Bantu Satu Unit Perahu Karet ke BPBD Bontang

  • Whatsapp
Pupuk Kaltim bantu satu unit perahu karet ke BPBD Bontang untuk penanganan bencana banjir (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

TIMUR. Dukung optimalisasi penanganan bencana banjir di Kota Bontang, Pupuk Kaltim salurkan satu unit perahu karet lengkap dengan dayung dan pompa ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang.

Read More

Bantuan diserahkan oleh GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, kepada Kepala BPBD Ahmad Yani di GOR Pupuk Kaltim pada Rabu (8/7).

Diungkapkan Nur Sahid, bantuan ini merupakan kontribusi Pupuk Kaltim terhadap penanganan bencana di Kota Bontang, khususnya banjir yang kerap terjadi. Apalagi melihat curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu terakhir, dikhawatirkan banjir kembali menggenang, sehingga butuh antisipasi penanganan secara cepat dan tepat, utamanya untuk evakuasi korban dan meminimalisasi jumlah kerugian materi.

“Perahu karet ini penting untuk membantu petugas tiba di lokasi banjir, sehingga BPBD bisa lebih cepat melakukan evakuasi maupun penanganan lain sekira banjir terjadi,” kata Nur Sahid.

Dikatakannya, Pupuk Kaltim senantiasa membantu masyarakat dan Pemerintah dalam berbagai kondisi, sehingga keberadaan Perusahaan semakin dirasakan manfaatnya.

Terlebih bencana banjir seakan jadi momok di masyarakat saat curah hujan terbilang tinggi. Untuk itu, perlengkapan maupun sarana prasarana bagi petugas di lapangan wajib didukung agar penanganan berjalan optimal.

“Pupuk Kaltim fokus terhadap kondisi di masyarakat, termasuk antisipasi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi, seperti banjr. Semoga bantuan ini dimanfaatkan maksimal untuk mendukung tugas BPBD di lapangan,” terang Nur Sahid.

Pupuk Kaltim bantu satu unit perahu karet ke BPBD Bontang untuk penanganan bencana banjir (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Kepala BPBD Bontang Ahmad Yani, mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung kinerja pihaknya di lapangan. Menurut dia, perahu karet ini sangat dibutuhkan pertugas untuk penanganan banjir di Bontang, mengingat jumlah perahu yang dimiliki BPBD terbatas.

Berkaca di 2019, Bontang mengalami banjir cukup besar yang menggenangi 9 Kelurahan dengan tingkat penanganan berbeda, sedangkan perahu karet yang dimiliki BPBD hanya 5 unit, sehingga pihaknya tak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut.

“Maka dengan bantuan ini, kami memiliki tambahan 1 unit lagi perahu karet yang jelas sangat bermanfaat dalam mendukung penanganan korban maupun evakuasi di lokasi banjir,” tutur Ahmad Yani.

Dirinya mengakui jika Pupuk Kaltim memiliki andil cukup besar terhadap penanganan bencana dan kepedulian bagi korban terdampak banjir di Bontang, baik berupa bantuan langsung ke masyarakat, maupun dukungan bagi Pemerintah. Salah satunya bantuan 10 unit pelampung pada tahun lalu, yang hingga kini masih dimanfaatkan BPBD untuk melaksanakan tugas di lapangan.

“Bantuan pelampung tersebut sangat membantu kami hingga kini. Atas nama Pemkot Bontang, kami ucapkan terima kasih serta apresiasi dari BPBD Provinsi Kaltim dan BNPB, atas kontribusi Pupuk Kaltim terhadap penanganan bencana di Bontang selama ini,” pungkas Ahmad Yani. (*/ram/nav)

Related posts