Edukasi Langsung Disdamkartan, Warga Bontang Barat Praktik Padamkan Api Pakai APAR hingga Handuk Basah

Petugas Disdamkartan Bontang dampingi warga Bontang Barat saat praktik penggunaan APAR (dok)

TIMUR. Pada Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga, yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, warga Kecamatan Bontang Barat tidak hanya menerima materi terkait bahaya kebakaran, tapi juga praktik langsung teknik penanganan api.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung BPU Kecamatan Bontang Barat tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta, untuk mengenali cara menghadapi kebakaran skala rumah tangga menggunakan peralatan sederhana hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Read More

Sebelum praktik dimulai, peserta mendapatkan pembekalan dari Nyoto Siswoyo dan Rudi Kuncoro mengenai langkah-langkah menghadapi kebakaran rumah tangga. Materi tersebut kemudian dilanjutkan simulasi yang didampingi langsung oleh petugas Disdamkartan.

Salah satu teknik yang dikenalkan kepada peserta yakni penggunaan handuk basah, sebagai langkah awal dalam kondisi tertentu. Selain itu, warga juga diberikan pemahaman terkait penggunaan APAR sebagai salah satu perangkat pemadam kebakaran yang dapat tersedia di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan keterampilan dasar seperti penggunaan APAR perlu diketahui masyarakat, karena kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk di lingkungan rumah tangga.

“Jadi masyarakat bukan hanya tahu bahayanya, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran,” kata Amiluddin, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, kemampuan melakukan tindakan awal dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko api berkembang lebih besar. Namun, tindakan tersebut tetap harus memperhatikan kondisi dan keselamatan orang di sekitar.

Amiluddin mengatakan pelatihan juga menjadi sarana bagi Disdamkartan untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai respons awal terhadap kebakaran. Dengan pengetahuan yang memadai, warga diharapkan tidak langsung panik ketika melihat munculnya api.

“Kalau tahu cara bertindak, risiko bisa diminimalkan sebelum petugas tiba,” ujarnya.

Dalam praktik penggunaan APAR, warga dikenalkan dengan peralatan pemadam yang dirancang untuk menangani kebakaran pada tahap awal. Peserta mendapatkan pendampingan petugas agar teknik yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberikan selama pelatihan.

Sementara penggunaan handuk basah diperkenalkan sebagai salah satu pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi kebakaran rumah tangga. Edukasi semacam ini diharap membuat masyarakat lebih memahami bahwa respons awal harus dilakukan secara tepat, bukan sekadar berdasarkan kepanikan atau tindakan spontan.

Disdamkartan berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, keterampilan dasar penanganan kebakaran tidak hanya dimiliki oleh peserta pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan bersama di masyarakat.

“Dari kegiatan ini, warga Bontang Barat diharap semakin siap menghadapi potensi kebakaran rumah tangga, terutama dalam menentukan tindakan awal sambil menunggu petugas Disdamkartan tiba di lokasi,” tutup Amiluddin.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts