Gagas Ekowisata, Pupuk Kaltim Latih Kelompok Binaan Optimalkan Potensi Mangrove

  • Whatsapp

TIMUR. Optimalkan pembinaan dalam mendorong kemandirian masyarakat kembali dilaksanakan Pupuk Kaltim, melalui kesinambungan program pendampingan bagi Kelompok Tani Bakti Alam Kelurahan Loktuan, yang merupakan salah satu binaan perusahaan terkait pengelolaan potensi mangrove dan rehabilitasi kawasan pesisir.

Read More

Kelompok Bakti Alam dibekali pelatihan edukasi dan diversifikasi tanaman mangrove, bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK) dan Kelompok Tani Lestari Indah di Ekowisata dan Mangrove Information Center, Gang Cumi-cumi 3 Kelurahan Tanjung laut Indah Bontang Selatan. Rabu, 31 Juli 2019.

Pelatihan diikuti 15 anggota kelompok tani Bakti Alam, terdiri dari warga RT 18, 24 dan 25 Kelurahan Loktuan. Serta para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Sebelumnya Pupuk Kaltim sudah latih tata cara pembibitan hingga pengolahan mangrove bagi anggota kelompok Bakti Alam. Namun kita adakan pelatihan ulang agar wawasan anggota kelompok makin terbuka dalam memaksimalkan potensi pengolahan mangrove,” ujar Staff Departemen CSR Pupuk Kaltim Cantri Winarti, mewakili Manajemen Perusahaan.

Menurut Cantri, pelatihan diversifikasi diharap mampu memaksimalkan keberadaan anggota kelompok, seperti pembuatan sirup dan pewarna dari bahan baku mangrove. Kesinambungan pembinaan berujung pada terbentuknya ekowisata di Kelurahan Loktuan, untuk disinergikan dengan program CSR Pupuk Kaltim lainnya.

“Bisa saja di ekowisata kita kembangkan sebagai kawasan budidaya kepiting, maupun potensi lain yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan kelompok binaan kedepannya,” tambah Cantri.

Manajemen Pupuk Kaltim bersama peserta pelatihan pengolahan dan diversifikasi mangrove (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Bidang Kepegawaian Kelurahan Tanjung Laut Indah Badarita, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Dirinya berharap pelatihan ini memotivasi para peserta, agar dapat melestarikan dan mengolah mangrove menjadi produk yang lebih bernilai.

“Dari pelatihan ini, mengrove bisa menjadi ikon wisata dan agro bisnis di Bontang, sebagai salah satu potensi daerah. Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang turut konsen membina pembudidayaan mangrove,” kata Badarita.

Sementara Staff Fungsional Balai TNK Luvi Andari, memaparkan berbagai materi melalui metode diskusi. Diantaranya materi berbagai jenis mangrove, serta jenis yang dapat dikonsumsi.

Diungkapkannya, ada 8 jenis mangrove dari 20 jenis yang umumnya tumbuh di Kalimantan Timur. Dan bermanfaat sebagai bahan pewarna, pengganti nasi atau beras, bedak atau lulur, hingga olahan minuman.

“Kami harap peserta dapat memahami dan mempraktikkan seluruh materi untuk pengembangan usaha kedepan,” tutur Luvi.(ikr/ads)

Related posts