Libatkan Masyarakat, Pupuk Kaltim Gagas Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas

  • Whatsapp

TIMUR. Sukses berdayakan anak disabilitas melalui program Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda, Pupuk Kaltim jajaki pengembangan pemberdayaan secara lebih luas melalui inisiasi Kampung Aren Ramah Disabilitas, di Kelurahan Api-api Bontang Utara sebagai lokasi pelaksanaan.

Kampung Aren merupakan kawasan pembinaan dan pemberdayaan anak disabilitas Inbis Permata Bunda. Melalui program ini, warga setempat diajak untuk bersama mengembangkan potensi yang melibatkan para penyandang disabilitas, agar lebih berdaya saing dan mandiri.

“Sasaran program ini, pembinaan dan pemberdayaan tak hanya dilakukan bagi penyandang disabilitas saja. Namun bagaimana menciptakan lingkungan masyarakat yang benar-benar inklusi bagi penyandang disabilitas,” ujar staff Departemen CSR Pupuk Kaltim Nikita Adriyani, koordinator program pada Focus Group Discussion (FGD) Kampung Aren Ramah Disabilitas di Inbis Permata Bunda. Jumat (2/8) pagi.

Dijelaskan Nikita, secara umum konsep kampung ramah disabilitas mengedepankan pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat dengan melibatkan penyadang disabilitas. Program ini mengajak penyadang disabilitas turut serta bersama warga setempat membangun wilayah ramah lingkungan, juga pemberdayaan ekonomi mandiri. Serta pelibatan secara aktif para penyadang disabilitas dalam pranata sosial yang ada.

“Sebagai langkah awal kami mengundang sejumlah stakeholder terkait, mulai pemerintah hingga warga setempat untuk penyusunan konsep kampung ramah disabilitas ini,” tambah Nikita.

Salah satu pemateri untuk merumuskan konsep Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas, menghadirkan inisiator Kampung Glintung Go Green dari Malang Jawa Timur Bambang Irianto, untuk memberi masukan dan saran membangun Kampung Aren sebagai kampung ramah disabilitas serta mandiri secara ekonomi.

“Melalui FGD ini bisa menyatukan persepsi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kampung Aren yang lebih berdaya. Harapannya, Kampung Aren bisa menjadi role model konsep pemberdayaan disabilitas di Kota Bontang kedepannya,” tutur Nikita.

Pimpinan Inbis Permata Bunda (kanan) Anggi V Goenadi saat FGD Kampung Aren Ramah Disabilitas (Foto: ist)

Pimpinan Inbis Permata Bunda Anggi V Goenadi, menyebut gerakan sosial ini berawal dua tahun lalu, melalui kegiatan kemasyarakatan seperti bakti sosial dan bersih-bersih lingkungan Kampung Aren. Meski awalnya terkesan agak dipaksakan, seiring perjalanan program tersebut mendapat perhatian sekaligus antusias masyarakat setempat, yang juga turun membantu para penyandang disabilitas mempercantik dan menjaga lingkungan tempat tinggal menjadi lebih tertata dan rapi.

“Alhamdulillah makin kesini semakin banyak progres, dan masyarakat sekitar sangat menyambut program ini untuk lebih dikembangkan,” kata Anggi.

Pada kesempatan itu, Bambang Irianto mengemukakan sejumlah konsep dan langkah pembangunan kampung tematik. Mulai branding image dengan rasa memiliki dan kebersamaan masyarakat di dalamnya, gagasan program yang unik dan khas, serta mengedepankan keaslian konsep yang ditunjukkan melalui realisasi inovasi tema kampung yang diangkat.

“Pelibatan seluruh unsur masyarakat penting dilakukan, sehingga tujuan dan sasaran program bisa tercapai dengan baik,” ucap Bambang.

Hadir pada FGD tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Bontang Safa Muha, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Bakhtiar Mabe, perwakilan Dinas Kesehatan, dan Camat Bontang Utara, Lurah Api Api, Kepala Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STITEK) dan Universitas Trunajaya Bontang, serta perwakilan masyarakat.(ikr/ads)

Related posts