TIMUR. Tanpa kemeriahan Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bontang tetap berlangsung melalui upacara sederhana di halaman Kantor Wali Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Senin (12/10/2026).
Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan dua agenda rutin yang biasanya mewarnai perayaan hari jadi Kota Taman itu tidak digelar tahun ini.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena sejumlah kegiatan yang selama ini menjadi bagian dari perayaan HUT Bontang harus ditiadakan.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami turbulensi.
Meski berlangsung tanpa rangkaian kegiatan besar, Neni menegaskan kesederhanaan perayaan tidak boleh mengurangi esensi peringatan hari jadi. Momentum ini harus tetap menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Roda pemerintahan harus bergerak. ASN harus bekerja. Mereka tidak hanya bertugas secara administrasi, tapi juga harus bisa menyelesaikan persoalan. Kami sampaikan ini HUT meski berjalan sederhana, tapi tidak meninggalkan substansi,” ujar Neni.
Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kota Bontang mengusung tema “Bontang Berbenah, Bertumbuh, dan Berdampak”.
Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada evaluasi, peningkatan kualitas pemerintahan, serta hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Neni menjelaskan, berbenah berarti mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki. Sementara bertumbuh dimaknai sebagai penguatan komitmen dan peningkatan kualitas pemerintah daerah, sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Adapun berdampak menekankan bahwa setiap proses pembangunan harus menghasilkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Keberhasilan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan positif yang dirasakan warga.
Di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, Neni turut menegaskan komitmennya menjaga kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Ia menjanjikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak akan dipangkas pada 2027 mendatang.
Neni juga memaparkan sejumlah capaian Kota Bontang sepanjang 2026, di antaranya penurunan angka stunting, pengangguran, dan kemiskinan. Selain itu, pemerintah kota meraih sejumlah penghargaan di bidang pemerintahan.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar berbagai capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Prestasi yang telah diraih harus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan publik.
“Prestasi yang dihasilkan ini tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai semangat untuk terus bekerja,” tegasnya.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






