TIMUR. Kalimantan Timur dinilai belum saatnya menerapkan tatanan normal baru (new normal), karena masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah. Hal itu pun dilihat berdasarkan Indeks Reproduksi Efektif (Rt) Kaltim, yang masih berada di atas 1,1.

Pejabat Sekdaprov Kaltim Muhammad Sa’bani, mengatakan new normal belum bisa dilaksanakan menyeluruh, karena masih perlu sosialisasi proteksi diri secara intensif ke masyarakat.

Apalagi untuk memasuki tatanan normal baru, beberapa kriteria dan fasilitas pun wajib disiapkan Kabupaten/kota di Kaltim, seperti ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, hingga tenaga kesehatan dan logistik obat-obatan.

“Yang terpenting, bagaimana kita tetap memonitor penyebaran virus agar tidak menimbulkan lonjakan baru. Walau saat ini kasusnya fluktuatif, kita harus tetap hati-hati dan waspada,” ujar Sa’bani, dilansir covid19.kaltimprov.go.id, Selasa (9/6/2020).

Ditambahkannya, ada 3 anjuran pemerintah bagi masyarakat terkait prinsip protokol kesehatan dalam menghadapi new normal, yakni memakai masker harus menjadi kebiasaan dan bukan karena keterpaksaan. Selanjutnya rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, serta tetap jaga jarak ketika beraktifitas di luar rumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Andi Muhammad Ishak, pun menyebut jika penyebaran virus Covid-19 di Kaltim masih terus terjadi meski fluktuatif. Untuk itu, kesadaran masyarakat penting jadi perhatian, agar saat pelonggaran atau relaksasi tidak menjadi bumerang dengan adanya penambahan kasus.

“Jangan sampai karena itu kita tidak dapat menerapkan tatanan normal baru,” kata Andi M Ishak. (*)