Menyantap Bawis dengan Sunset Sempurna di Bontang Kuala

  • Whatsapp

TIMUR. Pernah ke Kota Bontang Kalimantan Timur? Pernah singgah ke Bontang Kuala? Kalau belum, maka hapus Kota Bontang sebagai destinasi yang pernah Anda kunjungi. Ya, berkunjung ke Bontang tapi belum menginjakkan kaki ke Bontang Kuala adalah nol.

Read More

Bontang Kuala merupakan kampung atas air di Kecamatan Bontang Utara. Karena populasi penduduknya yang cukup padat, Bontang Kuala berdiri sendiri sebagai satu kelurahan. Di atas kampung atas air itu, hidup dan bermukim sekitar 4.600 warga yang sebagian besar adalah nelayan.

Secara geografis, Kota Bontang memang sebagian besar terdiri atas air. Hampir 70 persen wilayah Bontang berada di atas laut. Sisanya adalah daratan yang juga sebagian besar “dikuasai” oleh dua perusahaan besar, PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim. Dua raksasa BUMN yang bergerak di dua bidang yang berbeda. Badak NGL adalah produsen gas padat. Sedangkan Pupuk Kaltim adalah produsen pupuk, yang memasok kebutuhan pupuk di timur Indonesia.

Nah, Bontang Kuala adalah satu-satunya permukiman atas air di Bontang yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Salah satu tempat terkenal di Bontang Kuala adalah Anjungan. Ini adalah tempat makan yang menawarkan spot-spot berfoto dengan latar belakang laut.

Bontang Kuala dapat ditempuh dengan dua jalur. Darat dan laut. Ada pelabuhan Kecil di Bontang Kuala yang biasa digunakan oleh nelayan. Bila menggunakan jalur darat dengan kendaraan pribadi, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari pintu selamat datang Bontang.

Tiba di Bontang, langsung tempuh jalur ke Kantor Walikota Lama di Jalan Awang Long. Dari Awang Long terus ke barat hingga lampu merah. Berbelok ke kiri. Jalur kiri itu adalah Bontang Kuala. Teruslah berjalan hingga ada gapura selamat datang.

Tiba di Bontang Kuala, hal pertama yang akan ditemui adalah jejeran pedagang di kiri dan kanan jalan kayu. Dagangannya adalah olahan laut. Ada berbagai jenis ikan asin dan terasi. Perlu diketahui, salah satu oleh-oleh khas Bontang adalah terasi udang embaring. Terasi ini dikemas seperti es krim agar-agar. Sesuai namanya, bahan baku utama terasi ini adalah udang embaring yang dikeringkan dan pembuatannya memakan waktu hingga satu minggu.

Masih di Bontang Kuala, ada juga objek wisata Mangrove. Mangrove adalah pohon yang tumbuh di pesisir laut. Mangrove dengan akar napasnya berfungsi untuk menahan gempuran ombak yang mengakibatkan erosi di wilayah pesisir. Akar mangrove juga berfungsi untuk menahan kotoran ketika air laut pasang, agar tak kembali ke lautan. Dalam kurun waktu yang lama, mangrove kerap membentuk daratan sendiri. Itu yang membuat hutan bakau itu kerap disebut sebagai pembentuk daratan.

Anjungan, atau deretan cafe dengan spot-spot menarik terletak di bagian dalam Bontang Kuala. Pemkot Bontang bersama dengan Kecamatan Bontang Utara telah beberapa kali melakukan penataan di kawasan tersebut. Untuk memikat wisatawan misalnya, setiap tahun diadakan Pesta Laut yang dipusatkan di kelurahan ini. Pesta Laut Bontang adalah kegiatan budaya yang melibatkan komunitas adat Kutai.

Spot Indah di Bontang Kuala bukan satu-satunya alasan wisatawan untuk berkunjung. Pernah dengar gami bawis. Itu adalah penganan dengan bahan utama ikan bawis atau baronang lingkis. Ikan bawis banyak terdapat di sekitar pesisir Bontang. Dan memang hanya berkembang biak di kawasan pesisir yang memiliki lengkungan mangrove.

Ikan jenis herbivora ini memiliki struktur daging yang lembut. Oleh masyarakat Bontang, ikan berukuran kecil, tak lebih lebar dari ukuran tangan manusia dewasa, itu dimasak dengan bumbu pedas.
Ikan ini dihidangkan dengan tempat khusus, mirip seperti wadah penyajian steak. Ada tiga sampai empat ikan baronang lingkis untuk satu porsi. Nikmat dan gurih. Dan tentunya, pedas. Bayangkan, menikmati gami bawis yang pedas di bawah teduhnya sunset. Nikmat mana lagi yang ingin didustakan. (*)

Related posts