Optimalkan Pemanfaatan Sampah Bernilai Guna, Pupuk Kaltim Edukasi KSM Binaan

  • Whatsapp

TIMUR. Maksimalkan pengelolaan dan pengolahan sampah agar lebih bernilai guna, Pupuk Kaltim edukasi para mitra binaan dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang tergabung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bessai Berinta Bontang. Menggandeng tim kompos Koperasi Mekarsari Guntung Sejahtera sebagai narasumber, Jumat (16/8) siang.

Read More

Kegiatan ini sebagai upaya Pupuk Kaltim menguatkan kelembagaan binaan CSR perusahaan, khususnya KSM binaan dan mitra bank sampah di TPST Bessai Berinta. Sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan secara berkesinambungan, dengan menekan jumlah sampah melalui pemilahan dan pengeloaan terpadu, sehingga mampu memberikan manfaat bagi mitra binaan KSM.

“Melalui penyuluhan ini, pengetahuan anggota KSM di TPST Bessai Berinta dapat lebih ditingkatkan, dan mampu memahami pentingnya pemilahan serta pemanfaatan sampah dengan baik,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Superintendent Bina Wilayah Departemen CSR Pupuk Kaltim Agus Hermanto.

Dikatakan Agus Hermanto, sampah yang sebagian besar dianggap sebagai sisa buangan dan limbah sejatinya memiliki beragam manfaat, serta bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Maka penting dilakukan pemilahan maupun pengolahan secara benar, agar potensi yang dihasilkan dari keberadaan sampah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya anggota KSM binaan.

“Untuk itu Pupuk Kaltim menggandeng Koperasi Mekarsari Guntung Sejahtera, salah satu mitra binaan perusahaan yang berhasil mengolah sampah menjadi produk kompos dengan nilai jual cukup tinggi. Semoga ini menjadi dorongan bagi anggota KSM, untuk lebih mengembangkan potensi tersebut kedepannya,” tutur Agus.

Manajemen Pupuk Kaltim dan perwakilan Pemerintah Kota Bontang bersama peserta penyuluhan pemilahan dan pemanfaatan sampah di TPST Bessai Berinta (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang Topan Kurnia, yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang dinilainya konsisten mendukung berbagai kegiatan berbasis lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk TPST Bessai Berinta, dihadirkan Pupuk Kaltim sebagai lokasi pengumpulan dan pemilahan sampah sekaligus menjadi binaan CSR perusahaan.

“Banyak kontribusi Pupuk Kaltim yang sudah disalurkan ke sini (TPST), dan sekarang tugas kita sebagai masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan memilah sampah secara baik dan benar,” kata Topan.

Melalui kegiatan ini, para mitra KSM binaan diharap Topan mampu memahami dengan baik tata cara mengolah sampah dipilah di TPST, untuk dimanfaatkan ulang menjadi produk bernilai ekonomis. Sehingga dapat mereduksi jumlah sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

” Apalagi Pemerintah secara Nasional menargetkan adanya penurunan sampah hingga 30 persen pada 2025, maka perlu bagi kita merubah mindset terhadap pengelolaan sampah, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung hal tersebut,” terang Topan.

Pada kesempatan itu, Rahmawati dari Koperasi Mekarsari Guntung Sejahtera memaparkan sejumlah upaya yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan sampah sisa makanan menjadi pupuk organik. Bahan baku bisa diambil dari sampah rumah tangga, yang menjadi sampah terbanyak diangkut ke TPA.

“Namun sebelum itu dilakukan, penting bagi kita untuk merubah mindset masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah, agar tidak terjadi penumpukan hingga menyebabkan polusi,” papar Rahmawati.

Dirinya mencontohkan Mekarsari berangkat dari kondisi lingkungan memprihatinkan, karena banyaknya sampah bertebaran di kawasan pemukiman masyarakat. Akhirnya ia mulai menggerakkan ibu rumah tangga sekitar tempat tinggal untuk mengolah sampah menjadi kompos, dan kini mampu memberikan benefit hingga Rp1 Juta per orang dalam satu bulan.

“Itu (penghasilan) hanya dari mengolah sampah saja, karena jika difungsikan dengan baik akan mampu menopang perekonomian keluarga. Itu kami lakukan hingga kini, dan terus berkembang dengan jumlah anggota koperasi yang semakin banyak,” pungkas Rahmawati. (ikr/ads)

Related posts