Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Kelembagaan Koperasi Binaan

  • Whatsapp

TIMUR. Dorong penguatan kelembagaan Koperasi Binaan, Pupuk Kaltim tingkatkan kompetensi pengurus dan anggota memaksimalkan tata kelola koperasi, sumberdaya manusia, serta usaha dan jaringan guna memperkuat peran koperasi yang dibentuk dalam memajukan sektor usaha mitra binaan.

Read More

Bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kalimantan Timur, Pupuk Kaltim latih pengurus dan anggota Koperasi Binaan selama dua hari, 14-15 Agustus 2019.

Pelatihan diikuti 20 peserta dari Koperasi Mekarsari Guntung Sejahtera yang bergerak di bidang usaha pengomposan, serta Koperasi Bontang Ekonomi Pariwisata dan Maritim (BEM) dengan bidang usaha Keramba Jaring Apung (KJA). Kegiatan ini tindaklanjut pembinaan Pupuk Kaltim agar koperasi binaan lebih mandiri secara kelembagaan, serta dapat menjalankan bisnis dengan lebih efektif dan efisien.

“Selain menguatkan kelembagaan koperasi binaan, kegiatan ini juga upaya Pupuk Kaltim memperkuat peran koperasi sebagai salah satu faktor pembangunan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Superintendent Bina Wilayah Departemen CSR Pupuk Kaltim Agus Hermanto, saat membuka pelatihan di Ruang B2 Gedung Diklat Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Rabu, (14/8) pagi.

Pelatihan penguatan kelembagaan Koperasi Binaan Pupuk Kaltim (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Melalui pelatihan ini, para peserta diharap mampu memahami pentingnya business plan bagi koperasi, serta dapat menyusun laporan keuangan sesuai standar koperasi, maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai kebutuhan koperasi.

“Dari pemahaman tersebut, koperasi binaan yang terbentuk bisa lebih profesional dan terstruktur, sehingga berdampak terhadap kemajuan sektor usaha masing-masing,” tambah Agus Hermanto.

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang Asdar Ibrahim, menyambut positif pelatihan bagi pengurus dan anggota Koperasi Binaan Pupuk Kaltim. Menurut dia, pengelolaan koperasi di Indonesia saat ini berjalan searah dengan program Nasional maupun Daerah, khususnya mendorong pelaku gerakan koperasi menjadi barometer ekonomi masyarakat.

Hal ini melihat keberadaan koperasi secara Nasional menunjukkan grafik peningkatan, serta berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dari 3,7 persen menjadi 4,47 persen tahun 2018.

“Artinya geliat koperasi dan sektor UKM terus mengalami peningkatan, serta mampu bersinergi dengan arah pembangunan,” kata Asdar.

Begitu juga dengan Pupuk Kaltim, dinilai Asdar sebagai mitra pemerintah yang berkomitmen terhadap penguatan SDM dan kesejahteraan masyarakat, melalui berbagai gagasan yang sejalan dengan misi Creative City Pemerintah Kota Bontang. Salah satunya mewujudkan koperasi binaan yang potensial, guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis maritim dan lingkungan di Kota Bontang.

Kepala Diskop UKMP Bontang Asdar Ibrahim (kiri) saat pembukaan pelatihan penguatan kelembagaan koperasi binaan Pupuk Kaltim (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Asdar pun berharap seluruh pengetahuan yang didapat para peserta bisa diimplementasikan secara benar, khususnya mendukung pengelolaan koperasi dari sektor usaha yang dijalankan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota, kami sangat mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim menjembatani masyarakat melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Harapannya, sektor usaha masyarakat bisa terus bertumbuh, agar kesejahteraan bersama dapat tercapai melalui penjualan berbagai produk usaha koperasi,” tutur Asdar.

Instruktur pelatihan dari Lapenkop Dekopin Kaltim Jumri SP, menyebut koperasi merupakan badan usaha layaknya perusahaan, beranggotakan orang per orang yang melandaskan kegiatan pada prinsip dan jati diri koperasi. Peran kelembagaan koperasi kata dia sangat penting, sebab banyak kasus yang terjadi dalam pengelolaan koperasi ditengarai faktor kelembagaan.

Pengembangan koperasi dilakukan melalui strategi dengan indikator keberhasilan yang dapat melalui aspek mikro, yakni sisi usaha dan organisasi. Keberhasilan koperasi dari sisi usaha mencakup aspek peningkatan jumlah anggota, modal koperasi, jumlah dan volume usaha, serta pelayanan sosial kepada anggota dan kesejahteraan anggota.

“Keberhasilan koperasi dari sisi organisasi juga mencakup beberapa aspek, diantaranya produktivitas, efektivitas, keadilan dan kemantapan,” terang Jumri.

Dirinya berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman anggota koperasi binaan Pupuk Kaltim, sehingga bidang usaha yang digagas sejalan dengan prinsip perkoperasian melalui tata kelola yang sesuai kaidah.

“Keberhasilan pengelolaan koperasi sangat ditentukan pengurus dan anggota, maka penting untuk memahami penguatan kelembagaan koperasi yang dijalankan,” pungkas Jumri.(ram/ads)

Related posts