Tempat Wisata Bisa Buka Akhir Juni, Asal Komitmen Jaga Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Dispopar Bontang gelar sosialisasi protokol kesehatan pada tatanan baru di sektor kepariwisataan, Senin (22/6). (Foto: Dispopar Bontang )

TIMUR. Menindaklanjuti wacana pembukaan kawasan wisata hingga fasilitas olahraga di Kota Bontang yang akan dimulai pada awal Juli 2020, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, menyebut tidak menutup kemungkinan bisa terlaksana akhir bulan ini.

Read More

Hal itu menjadi salah satu fokus bahasan Dispopar Bontang pada sosialisasi bagi para pelaku dan pengelola sektor pariwisata, terkait pemberlakukan protokol kesehatan pada tatanan new normal di Kantor Dispopar Bontang, Senin (22/6/2020) pagi.

Diungkapkan Kepala Dispopar Bontang Bambang Cipto Mulyono, dampak dari pandemi menyebabkan adanya perubahan pola perilaku pengunjung dalam berwisata, sehingga pelaku usaha pada sektor itu pun diminta bersiap dan berinovasi berlandaskan tiga pilar utama. Yakni kebersihan (cleanliness), kesehatan (health) dan keamanan (safety) sebagai pedoman dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di era new normal.

Para stakeholder pariwisata diharapkan bisa bersinergi dalam mengimplementasikan protokol kesehatan secara benar, serta menyajikan wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. Sehingga perekonomian di sektor pariwisata Bontang dapat bangkit pada tatanan normal baru.

“Jika itu bisa disepakati, kami akan mengusulkan ke Tim Gugus Covid-19 untuk segera membuka tempat wisata lokal. Diusahakan sebelum Juli, dan lebih cepat lebih bagus,” ujar Bambang.

Ditambahkannya, saat ini banyak masyarakat berharap tempat wisata yang tutup sejak Maret lalu segera dibuka, sehingga perlu sejumlah ketentuan sebagai acuan penerapan protokol kesehatan di masa new normal, untuk diikuti seluruh pelaku usaha dan masyarakat.

Salah satunya pelayanan wisatawan menuju Beras Basah, para pemilik kapal diminta menaati protokol kesehatan selain wajib menyediakan tempat cuci tangan di pelabuhan.

“Termasuk jumlah penumpang kapal dibatasi, tiap 2 minggu nanti akan kita evaluasi,” tambah Bambang. (*)

Related posts