Antisipasi Terorisme Saat Natal dan Tahun Baru, Polres Bontang Perkuat Pengamanan

  • Whatsapp

TIMUR. Pasca Bom Medan Polres Bontang menargetkan 2/3 personel akan disiapsiagakan pada persiapan hari besar yakni Tahun Baru dan Natal. Polres Bontang akan menggelar Operasi Lilin pada hari raya umat nasrani tersebut.

Read More

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi aksi terorisme yang ada di kota Bontang. Kepala Bagian Humas Polres Bontang Suyono, menjelaskan Operasi Lilin sebagai upaya memperketat pengamanan, patroli dan pejagaan.

Polres akan memperketat semaksimal mungkin wilayah yang berpotensi jadi sasaran terorisme, seperti gereja dan tempat-tempat keramaian.

“Kami hanya tinggal menunggu dari masyarakat, berapa titik keramaian di kota Bontang nantinya, untuk perayaan tahun baru dan natal,” ujar Suyono kepada KlikBontang (Timur Grup) di ruangan Kapolres Bontang, Rabu (20/11/2019) Siang.

Lanjut dia, Polres Bontang akan selalu melakukan pengamanan, walaupun bukan hari tertentu seperti tahun baru dan natal. Pihak Polres Bontang tetap melakukan penjagaan khusus hari Minggu dan lebaran untuk umat Islam.

Walau dari tahun-tahun lalu sudah sering dilakukan pengamanan, tetapi untuk tahun ini akan lebih ditingkatkan lagi, untuk mengamankan titik strategi yang menjadi incaran terorisme. Hal ini dilakukan untuk keamanan masyarakat kota Bontang.

“Kami akan memperketat keamanan yang dianggap itu sebagai potensi incaran,” tegasnya.

Jumlah gereja di kota Bontang mencapai puluhan, ini tentu menjadi tanggung jawab pihak Polres untuk kelancaran proses ibadah.

“Polres Bontang pastinyan selalu siap untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya

Kejadian di Medan tidak membuat pihak keamanan menjadi kendor untuk melakukan tugasnya, ditambah dari pihak lain untuk penguatan pengaman tersbut seperti, Satpol PP, Linmas dan dari pihak tempat ibadah sendiri.

Hal senada juga dijelaskan Riska Suriani, selaku penjaga gereja HKBP. Dia menjelaskan tentang keamanan tahun lalu. Menurutnya, banyak petugas dari pihak kepolisian yang dipersiapkan untu melakukan pengaman di gereja tersebut.

“Untuk tahun kemarin banyak polisi yang melakukan pengamanan di sini,” ujarnya.

Gereja yang mampu menampung 400 orang pada saat beribadah, lain kondisi pada saat hari Natal Tanggal 25 Desember 2019 nanti, kemungkinan melebihi dari jumlah biasanya seperti hari Minggu.

“Harapan saya untuk tahun ini, lebih diperketat pengamanannya, karena baru kejadian ini di Medan,” harapnya.(fai)

Related posts