Pupuk Kaltim Bekali 16 Warga Bufferzone Keahlian Instalasi Listrik

  • Whatsapp

TIMUR. Pupuk Kaltim kembali bekali masyarakat bufferzone melalui keterampilan dan kompetensi dalam menciptakan sumberdaya manusia yang andal dan produktif. Setelah pelatihan welder beberapa waktu lalu, kini Pupuk Kaltim berikan pelatihan dasar instalasi listrik bagi 16 warga Kelurahan Loktuan dan Guntung, bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sasana Widya, di Jalan Pattimura Gang Atletik 15 Bontang Utara.

Read More

Pelatihan berlangsung 20 hari, mulai 4 hingga 27 November 2019, sebagai upaya menyiapkan SDM yang siap pakai untuk kebutuhan dunia kerja di bidang industri. Kegiatan ini pun bentuk kontribusi Pupuk Kaltim kepada masyarakat bufferzone, dengan terus memberikan pelatihan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan yang banyak dibutuhkan.

“Apalagi bidang kejuruan intalansi listrik sangat berpotensi, karena banyak dibutuhkan dunia industri. Keterampilan dan kemampuan inilah yang kami bekali bagi warga bufferzone, agar siap untuk bersaing kedepannya,” ujar Superintendent Bina Wilayah Departemen CSR Pupuk Kaltim Agus Hermanto, saat ditemui di lokasi pelatihan, Kamis (21/11/2019) siang.

Manajemen Pupuk Kaltim bersama peserta dan instruktur pelatihan instalasi listrik di LKP Sasana Widya (Foto: Timur)

Tak hanya di bidang industri, keterampilan lain pun juga menjadi perhatian Pupuk Kaltim untuk peningkatan SDM warga bufferzone, dengan menyasar sejumlah sektor yang juga digelar secara berkala dan berkesinambungan. Diantaranya keahlian komputer, administrasi perkantoran dan sebagainya. Bahkan para peserta pun akan dimagangkan di berbagai unit kerja perusahaan, agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dengan baik.

“Pupuk Kaltim juga menggelar sejumlah pemagangan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman guna mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai,” tambah Agus Hermanto.

Upaya tersebut dilaksanakan agar warga bufferzone maupun masyarakat Bontang memiliki kesempatan lebih luas untuk bersaing di dunia kerja, apalagi kompentensi dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan merupakan sumberdaya yang sangat dibutuhkan dunia industri. Begitupun dengan peserta yang sekira tidak terserap dunia kerja, bisa membuka usaha mandiri dari kemampuan yang dimiliki.

“Target Pupuk Kaltim, bagaimana warga lokal bisa lebih bersaing dan memiliki kompetensi di berbagai bidang. Sehingga tak hanya mampu memenuhi tuntutan pasar kerja, tapi juga bisa membuka usaha dengan skill yang diberikan dari pelatihan yang dilaksanakan. Tujuannya tentu untuk peningkatan kesejahteraan dan mengurangi angka pengangguran,” papar Agus.

Instruktur pelatihan Suwandi, mengatakan para peserta dibekali pengetahuan awal secara teori hingga praktik. Apalagi para peserta masih awam dengan kelistrikan, dan butuh penyesuaian untuk transfer knowledge secara bertahap. Namun begitu, para peserta mampu menyerap materi dengan baik sejak awal, serta dapat menerapkan pengetahuan melalui sejumlah praktik yang dilaksanakan.

“Ilmu kelistrikan terbagi untuk rumah tangga dan industri. Dan materi yang dipelajari selama pelatihan, mencakup listrik otomasi industri dengan 3 fase. Para peserta seluruhnya antusias dan mampu menyerap materi dengan baik,” tutur Suwandi.

Salah satu peserta Muhammad Rafi, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang difasilitasi Pupuk Kaltim, berangkat dari ketertarikannya mempelajari ilmu kelistrikan lebih dalam. Apalagi kesempatan seperti ini tidak bisa didapatkan setiap saat. Dirinya pun berharap ilmu yang didapat bisa berguna untuk bekal menghadapi dunia kerja, minimal jika terjadi kendala kelistrikan di lingkungannya, ia bisa mengatasi dengan baik.

Beberapa materi yang dia dapat selama seperti grounding listrik, membaca gambar instalasi, program PLC komputer, hingga menggunakan berbagai alat bantu kelistrikan.

“Pelatihannya seru, materi yang diberikan instruktur bisa diterima dengan baik. Semoga kedepan pelatihan seperti ini terus ada, dan bisa memberikan kesempatan bagi warga lain yang belum terakomodir pada kesempatan kali ini,” harap warga RT 30 Kelurahan Loktuan tersebut. (ikr/ads)

Related posts