Balita di Samarinda Hilang di Penitipan

  • Whatsapp

TIMUR. Seorang balita dengan nama Ahmad Yusuf Ghazali (4) dilaporkan hilang orangtuanya ke Polsek Samarinda Ulu, Samarinda, Sabtu (23/11) pagi. Saat itu, Yusuf tengah dititipkan ke sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang juga penitipan anak, tidak jauh dari rumahnya di Jl AW Syachranie.

Read More

Hilangnya putra pasangan Bambang (34) dan Melisari (30) itu terjadi Jumat (22/11) sore, sekitar pukul 15.00 Wita. Saat hendak dijemput orang tua, Yusuf berencana dimandikan bersama anak lainnya di penitipan. Namun salah satu ibu pendamping heran, tidak melihat Yusuf bersama anak lainnya dalam 1 kelompok yang berisi 7 anak. Dicari ke seluruh sudut ruangan hingga ke lantai 2 rumah penitipan, pendamping tidak menemukan Yusuf.

Melansir Merdeka.com, Kepala PAUD Mardiana pun melaporkan itu ke orangtua Yusuf, dan Polisi juga langsung menyelidiki kasus itu. Seiring hilangnya Yusuf, pagar masuk halaman sekolah PAUD dalam kondisi terbuka. Mardiana menduga Yusuf keluar seorang diri atau dibawa orang lain.

“Saya sudah minta ke pendamping agar Yusuf diperhatikan. Waktu kejadian, pagar memang terbuka,” ujar Mardiana.

Muncul juga dugaan Yusuf tercebur ke parit sekitar PAUD dan hanyut terbawa arus. Namun, relawan membantah balita itu tercebur ke parit usai melakukan pencarian sejauh 1,5 KM. Hasilnya, Yusuf juga tidak ditemukan.

“Ada sekitar 50 orang relawan bersama tim Dinas PUPR Samarinda menyusuri parit tidak menemukan korban,” kata salah satu Koordinator Relawan Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto ditemui terpisah.

3 Saksi Diperiksa Polisi

Kasus itu dalam penanganan kepolisian. Sedikitnya 3 orang mulai dari orang tua korban, para pengurus PAUD serta pendamping anak dimintai keterangan polisi.

Sekitar pukul 13.00 WITA hari ini, polisi kembali mendatangi lokasi kejadian. Belum ada titik terang hilangnya Yusuf. Apalagi, rumah penitipan relatif sempit dan memiliki pagar terkunci untuk membatasi keluar masuk orang lain.

“Benar kami terima laporan itu, sedang kami selidiki. Apakah dia dibawa orang atau jalan sendiri, belum bisa kita simpulkan. Banyak pihak yang masih kami mintai keterangan. Semua kemungkinan itu ada (dugaan korban diculik),” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan ditemui merdeka.com di lokasi. (mdk)

Related posts