DPRD Bontang Usul Pemkot Gandeng Relawan Atasi Darurat Covid-19

  • Whatsapp
Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang (kiri) dan Abdul Haris (kanan)

TIMUR. Lonjakan kasus harian COVID-19 di Kota Bontang mendapat perhatian dari sejumlah politisi di DPRD Bontang. Anggota Dewan mengusulkan agar penanganan Covid-19 tak ditanggung seluruhnya pemerintah. Dewan menyarankan agar pemerintah dan warga saling bahu membahu.

Read More

Politisi dari Partai Nasdem, Bakhtiar Wakkang menyarankan pemerintah bisa menggandeng sejumlah penggiat sosial di masyarakat. Mereka yang tergabung dalam komunitas ataupun kelompok bisa diajak untuk sama-sama menangani pandemi, minimal menjadi garda isolasi mandiri (Isoman).

BW-sapaan akrabnya bilang penanganan pandemi ini tak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Perlu kesadaran bersama supaya penularan virus bisa ditekan.

“Banyak kok adik-adik kita yang sukarela mau membantu. Mereka hanya perlu diajak saja. Pemerintah jangan canggung untuk ajak mereka,” ujarnya, melansir Klik Kaltim (Timur Grup).

Usulan juga disuarakan Abdul Haris. Anggota DPRD dari Fraksi PKB ini mengusulkan, agar relawan garda isoman dibekali pelatihan. Pelatihan diperlukan supaya bisa membantu warga yang menjalani isolasi dengan baik dan benar.

“Menurut saya, garda isoman tiap RT apakah mereka sudah mengetahui tentang penanganan orang yang terpapar COVID-19,” kata dia di Sekretariat Dewan, Senin (12/7/2021).

Lebih lanjut, Abdul Haris menyebut saat ini ada 585 garda isoman menjadi salah satu ujung tombak dalam penanganan Covid-19 di lapangan. Para relawan intens berinteraksi dengan penderita corona, walaupun dengan jarak aman. Butuh pemahaman medis dasar supaya mereka juga aman.

“Misalnya pengetahuan soal medis, atau psikis. Jadi pasien yang jalani isoman juga bisa dapat dukungan moril dari relawan,” katanya. (*)

Related posts